Kemenbud Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita sebagai Pusat Referensi Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan meresmikan Perpustakaan Ranggawarsita sebagai pusat referensi kebudayaan Indonesia pada Senin, 20 Juli 2026, di Jakarta. Perpustakaan khusus ini dihimpun untuk mengonsolidasikan publikasi kebudayaan yang tersebar dan memudahkan akses penelitian serta edukasi publik.
Peresmian dan makna nama
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan nama perpustakaan dipilih untuk menghormati pujangga besar Jawa, Ronggowarsito, yang karyanya menjadi inspirasi bagi sastrawan berikutnya. Peresmian dilakukan di Gedung Kementerian Kebudayaan pada 20 Juli 2026.
"Pustaka Ranggawarsita kami namakan karena Ronggowarsito merupakan pujangga besar Jawa yang melahirkan karya-karya monumental. Beliau menginspirasi banyak sastrawan dan pujangga berikutnya,"
Koleksi fisik dan digital
Kementerian menyatakan perpustakaan kini menyimpan lebih dari 14.000 judul buku dengan sekitar 22.000 eksemplar. Selain itu, tersedia 5.591 publikasi digital yang diunggah ke repositori Kementerian Kebudayaan dan dapat diakses masyarakat.
Fadli menuturkan tujuan pendirian adalah mengumpulkan publikasi yang selama ini tersebar agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peneliti dan publik.
"Kami mengumpulkan buku-buku itu menjadi sebuah perpustakaan agar dapat dimanfaatkan publik sebagai sumber pengetahuan kebudayaan. Kami harap perpustakaan ini menjadi tempat mendapatkan referensi kebudayaan dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan."
Dukungan Perpustakaan Nasional
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) ikut mendukung pengelolaan dengan menempatkan seorang pustakawan profesional. Ketua Perpustakaan Nasional, Prof. Endang Aminudin Aziz, menyatakan statusnya sebagai perpustakaan khusus menegaskan hubungan koleksi dengan tugas kelembagaan Kementerian Kebudayaan.
"Perpustakaan sekarang tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang belajar dan kegiatan kreatif masyarakat,"
Akses publik dan pengembangan
Menurut Kemenbud, koleksi akan terus bertambah melalui publikasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan di berbagai daerah. Proses digitalisasi juga dipercepat agar koleksi mudah diakses peneliti, mahasiswa, penulis, dan masyarakat umum.
Perpustakaan Ranggawarsita dibuka untuk khalayak yang membutuhkan referensi kebudayaan dan diharapkan memperkuat pelestarian warisan intelektual bangsa serta mendukung penelitian kebudayaan di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bawaslu Temukan Lima Pelanggaran Prosedur PDPB Semester I 2026
Bawaslu temukan lima pelanggaran prosedur dalam PDPB Semester I 2026 di 38 provinsi, termasuk kurang koordin...
Bawaslu Temukan Selisih Data Pemilih pada PDPB Semester I 2026
Bawaslu menemukan selisih data pemilih pada PDPB Semester I 2026, termasuk 304 di Paser dan 4.320 di Papua B...
Yusril: Penahanan Febrie Adriansyah Kewenangan Penyidik
Yusril menyatakan penahanan Febrie Adriansyah adalah kewenangan penyidik dan dapat diuji melalui praperadila...
Bawaslu Soroti PDPB Semester I 2026: 19 KPU Provinsi Abaikan Masukan
Bawaslu mencatat sejumlah kekurangan dalam rekapitulasi PDPB Semester I 2026: 19 KPU provinsi tidak mencantu...
Rosan: DSI Disiapkan Jadi Agen Penjual Tunggal Komoditas Ekspor
Rosan menyebut DSI disiapkan jadi agen penjual tunggal komoditas ekspor; integrasi data dimulai 1 Juni dan i...
BGN Refokus MBG ke Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
BGN refokus Program MBG ke wilayah stunting tinggi mengikuti arahan Presiden, menyisir ulang data 62,7 juta...