Nasional

BMKG: 5 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 11-13 Juli

Bagikan:
Peta peringatan cuaca BMKG menunjukkan wilayah berpotensi hujan dan angin kencang 11-13 Juli 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 11-13 Juli 2026 pada Minggu, 12 Juli 2026. Beberapa wilayah diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. BMKG menegaskan tidak ada prakiraan hujan sangat lebat atau ekstrem selama periode tersebut.

Ringkasan peringatan

BMKG menyebut ada lima wilayah yang masuk kategori berpotensi hujan sedang hingga lebat. Namun, dalam rilis tersebut nama-nama wilayah itu tidak dirinci. Untuk potensi angin kencang, BMKG mencatat dua wilayah yang perlu waspada.

Wilayah berisiko angin kencang

Secara spesifik, BMKG mencantumkan wilayah berikut berpotensi mengalami angin kencang:

  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Nusa Tenggara Timur

Tren curah hujan dan musim kemarau

BMKG menyatakan musim kemarau mulai semakin dominan di sebagian besar wilayah Indonesia. Curah hujan diperkirakan menurun selama pekan ini.

"Pada dasarian I Juli 2026, sekitar 72,19 persen wilayah Indonesia diprediksi berada pada kategori curah hujan rendah. Sementara, 27,80 persen lainnya berada pada kategori menengah, tanpa wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan tinggi maupun sangat tinggi."

BMKG memetakan kondisi lebih kering meluas di Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Meski demikian, potensi hujan masih ada di beberapa lokasi.

Penyebab potensi hujan meski musim kemarau

Menurut BMKG, peluang hujan dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer. Faktor yang disebut antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 7, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuatorial, dan sirkulasi siklonik.

"Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan pengangkatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan. Sehingga, masih menyebabkan potensi hujan di sejumlah wilayah meskipun Indonesia tengah berada pada periode musim kemarau," ujar BMKG.

Imbauan dan potensi dampak

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berpotensi hujan lebat untuk tetap waspada. Risiko yang perlu diantisipasi meliputi genangan, banjir lokal, pohon tumbang, dan angin kencang.

BMKG meminta warga untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi. Langkah ini penting agar masyarakat dapat segera mengantisipasi dampak cuaca yang mungkin terjadi.

Kesimpulan

Walau Indonesia sedang memasuki musim kemarau, kombinasi beberapa fenomena atmosfer membuat hujan dengan intensitas menengah masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah. Pemantauan berkala dari BMKG diperlukan untuk kesiapsiagaan lokal dalam beberapa hari ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait