DPR Tekankan Keselamatan Publik dalam Pengelolaan TNGM
Komisi IV DPR menegaskan pentingnya keselamatan masyarakat dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV, Alex Indra Lukman, saat kunjungan kerja ke Sleman pada Jumat, 10 Juli 2026, yang membahas mitigasi bencana, pengelolaan kawasan konservasi, pendakian, dan penanganan penambangan ilegal.
Penegasan larangan demi keselamatan
Komisi IV meminta agar keputusan pelarangan aktivitas berisiko di kawasan Merapi ditegakkan dengan tegas. Alasan utama adalah keselamatan pengunjung dan warga di sekitar kawasan konservasi. Menurut Alex, keputusan yang sudah diambil oleh Kepala Balai Taman Nasional harus dipatuhi tanpa pengecualian.
"Ketika pemerintah atau Kepala Balai Taman Nasional sudah memutuskan pendakian itu tidak diizinkan, tentu dengan pertimbangan, terutama soal keselamatan. Oleh karena itu harus ada ketegasan, tidak boleh ya tidak boleh, titik, jangan ada lagi pakai komanya,"
Dampak larangan bagi masyarakat sekitar
Komisi IV mengingatkan bahwa pembatasan akses berpotensi berdampak pada mata pencaharian penduduk lokal. Banyak warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas di kawasan Merapi, sehingga kebijakan larangan perlu disertai solusi yang konkret.
"Kalau sudah dilarang, berarti itu dengan pertimbangan, tapi tidak boleh juga pemerintah melarang tanpa solusi. Karena itu, ketika pelarangan diterbitkan, harus disertai dengan opsi-opsi agar masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan dari Merapi ini, tapi yang aman,"
Penanganan penambangan ilegal
Selain soal pendakian, Komisi IV mendorong penegakan hukum terhadap penambangan ilegal di TNGM. Aktivitas tambang yang melanggar aturan dinilai mengancam kelestarian kawasan konservasi dan keselamatan warga.
Alex meminta Kementerian Kehutanan dan aparat penegak hukum bertindak lebih proaktif untuk menghentikan praktik ilegal ini. Pengelolaan TNGM, kata dia, harus menyeimbangkan aspek keselamatan publik dan perlindungan lingkungan.
Rekomendasi dan langkah konkret
Dalam kunjungan tersebut Komisi IV menekankan beberapa langkah prioritas, antara lain:
- Penegakan aturan pelarangan aktivitas berisiko secara konsisten.
- Penyusunan opsi ekonomi alternatif untuk masyarakat terdampak.
- Operasi terpadu aparat untuk menindak penambangan ilegal.
- Peningkatan sosialisasi dan mitigasi bencana bagi warga dan pengunjung.
Komisi IV menilai bahwa kebijakan pengelolaan TNGM harus proaktif dan berpihak pada keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Implementasi rekomendasi itu diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana dan memberi solusi ekonomi yang aman bagi warga sekitar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menag: Kekerasan di Pesantren Tak Boleh Terjadi
Menag Nasaruddin Umar menegaskan pesantren dan madrasah harus bebas kekerasan saat peluncuran Gerakan RANA d...
Komisi IV: Asuransi Nelayan Kunci Swasembada Pangan
Komisi IV DPR minta KKP beri asuransi bagi nelayan dan dukungan lengkap untuk pembudidaya rumput laut guna p...
Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79 di GBK
Presiden Prabowo menghadiri Hari Koperasi ke-79 di GBK pada 12 Juli 2026; tema 'Koperasi Berdaya, Indonesia...
Komisi VI DPR Dorong Kemandirian Industri Farmasi Nasional
Komisi VI DPR mendorong kemandirian industri farmasi agar mengurangi ketergantungan impor bahan baku, melalu...
Pemerintah Terapkan Gerakan RANA di Pesantren dan Madrasah
Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional RANA untuk ciptakan ruang aman bagi anak di pesantren, madrasah, kel...
BMKG: Lapisan Putih di Ciwidey Bukan Salju, Tapi Embun Upas
BMKG memastikan lapisan putih di Ciwidey bukan salju melainkan embun upas; suhu dataran tinggi bisa mendekat...