Komisi IV: Asuransi Nelayan Kunci Swasembada Pangan
Anggota Komisi IV DPR, Ellen Esther Pelealu, mendesak pemberian jaminan keselamatan kerja untuk semua nelayan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan sektor kelautan. Pernyataan disampaikan usai Focus Group Discussion bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Jumat, 10 Juli 2026, di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ellen menilai perlindungan itu penting agar nelayan memiliki kepastian bekerja dan produksi nasional dapat meningkat.
Dorongan asuransi bagi nelayan
Ellen meminta KKP memastikan program asuransi menyasar seluruh nelayan, termasuk nelayan kecil dan pembudidaya. Menurutnya, asuransi bukan sekadar proteksi finansial tetapi bagian dari sistem jaminan keselamatan kerja yang mendorong stabilitas produksi. Dengan perlindungan tersebut, risiko kehilangan mata pencaharian akibat kecelakaan atau cuaca ekstrem bisa diminimalkan.
"Memfasilitasi kepada semua nelayan-nelayan untuk mendapatkan jaminan hidup dalam artian adalah asuransi. Karena swasembada pangan khususnya di bidang kelautan itu akan tercapai jika nelayan juga ada jaminan untuk keselamatan kerja," ujarnya.
Dukungan untuk pembudidaya rumput laut di Banggai
Selain asuransi, Ellen menyoroti kebutuhan dukungan menyeluruh bagi pembudidaya rumput laut di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Daerah ini disebut memiliki potensi besar sebagai sentra produksi rumput laut nasional. Namun bantuan yang diterima pembudidaya selama ini cenderung terbatas pada pemberian bibit saja.
Dia menekankan perlunya penyediaan sarana pendukung seperti pelampung dan perahu agar proses budidaya bisa berjalan efisien dan berkelanjutan. Menurut Ellen, bantuan yang komprehensif akan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas tersebut.
Implikasi kebijakan dan harapan ke depan
Ellen berharap masukan dari FGD menjadi bagian dalam penyusunan program prioritas KKP untuk sektor kelautan dan perikanan. Ia menilai sinergi antara perlindungan nelayan dan dukungan teknis untuk pembudidaya akan mempercepat capaian swasembada pangan. Dengan kebijakan yang terintegrasi, risiko produksi dapat ditekan dan kesejahteraan pelaku usaha kelautan meningkat.
Ke depan, KKP diharapkan menyusun skema bantuan yang mencakup asuransi, infrastruktur kecil, dan akses pasar sehingga potensi daerah seperti Banggai dapat dimaksimalkan. Perlindungan dan dukungan yang berjalan seiring dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan laut nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menag: Kekerasan di Pesantren Tak Boleh Terjadi
Menag Nasaruddin Umar menegaskan pesantren dan madrasah harus bebas kekerasan saat peluncuran Gerakan RANA d...
Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79 di GBK
Presiden Prabowo menghadiri Hari Koperasi ke-79 di GBK pada 12 Juli 2026; tema 'Koperasi Berdaya, Indonesia...
Komisi VI DPR Dorong Kemandirian Industri Farmasi Nasional
Komisi VI DPR mendorong kemandirian industri farmasi agar mengurangi ketergantungan impor bahan baku, melalu...
DPR Tekankan Keselamatan Publik dalam Pengelolaan TNGM
Komisi IV DPR menekankan keselamatan masyarakat dalam pengelolaan TNGM dan mendesak penegakan larangan serta...
Pemerintah Terapkan Gerakan RANA di Pesantren dan Madrasah
Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional RANA untuk ciptakan ruang aman bagi anak di pesantren, madrasah, kel...
BMKG: Lapisan Putih di Ciwidey Bukan Salju, Tapi Embun Upas
BMKG memastikan lapisan putih di Ciwidey bukan salju melainkan embun upas; suhu dataran tinggi bisa mendekat...