BMKG: Lapisan Putih di Ciwidey Bukan Salju, Tapi Embun Upas
Viral video memperlihatkan perbukitan di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, tertutup lapisan putih. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan lapisan itu bukan salju, melainkan embun upas yang biasa muncul pada puncak musim kemarau. Pernyataan ini disampaikan Plt Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, pada Minggu, 12 Juli 2026.
BMKG: Lapisan putih adalah embun upas
BMKG menjelaskan embun upas atau frost terjadi ketika embun di permukaan membeku dan membentuk kristal es tipis. Fenomena ini umum di dataran tinggi pada periode Juli hingga Agustus. Di Ciwidey, suhu udara dapat turun drastis pada malam dan dini hari sehingga menyebabkan pembekuan embun.
"Pada puncak musim kemarau, suhu udara di dataran tinggi Bandung dapat turun drastis hingga mencapai belasan derajat Celsius. Bahkan mendekati 0 derajat Celsius pada malam hingga dini hari,"
Mekanisme terbentuknya embun upas
Salah satu faktor utama adalah minimnya tutupan awan pada musim kemarau. Siang hari permukaan menyerap panas matahari secara maksimal, tetapi pada malam hari panas itu cepat dilepaskan kembali ke atmosfer. Proses pelepasan panas yang cepat ini membuat suhu permukaan turun signifikan.
BMKG juga menyebutkan peran massa udara dingin dari Australia. Perbedaan tekanan menyebabkan massa udara tersebut bergerak ke wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, memperkuat pendinginan di dataran tinggi.
Fenomena serupa dan imbauan BMKG
Menurut BMKG, kejadian serupa pernah dilaporkan di wilayah dataran tinggi lain seperti Pangalengan. Karena itu, munculnya lapisan putih bukan sesuatu yang aneh untuk musim kemarau di daerah tinggi.
"Fenomena ini lazim pada saat musim kemarau seperti sekarang, terutama di dataran tinggi seperti Ciwidey. Hal serupa juga pernah terjadi di Pangalengan,"
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak menyebarkan informasi keliru terkait fenomena ini.
"Oleh karena itu masyarakat diharapkan tidak panik melihat fenomena ini. Karena, suhu dingin pada musim kemarau merupakan fenomena yang wajar, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa,"
Implikasi dan langkah yang disarankan
Warga dan wisatawan di daerah dataran tinggi disarankan memantau prakiraan cuaca dan menyiapkan perlindungan terhadap cuaca dingin pada malam hari. Petani juga perlu waspada terhadap perubahan suhu yang mendadak karena dapat memengaruhi tanaman sensitif dingin.
Secara keseluruhan, meski tampak seperti salju, lapisan putih di Ciwidey merupakan fenomena meteorologis lokal yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Penjelasan BMKG diharapkan meredam kebingungan dan mencegah penyebaran informasi tidak akurat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menag: Kekerasan di Pesantren Tak Boleh Terjadi
Menag Nasaruddin Umar menegaskan pesantren dan madrasah harus bebas kekerasan saat peluncuran Gerakan RANA d...
Komisi IV: Asuransi Nelayan Kunci Swasembada Pangan
Komisi IV DPR minta KKP beri asuransi bagi nelayan dan dukungan lengkap untuk pembudidaya rumput laut guna p...
Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79 di GBK
Presiden Prabowo menghadiri Hari Koperasi ke-79 di GBK pada 12 Juli 2026; tema 'Koperasi Berdaya, Indonesia...
Komisi VI DPR Dorong Kemandirian Industri Farmasi Nasional
Komisi VI DPR mendorong kemandirian industri farmasi agar mengurangi ketergantungan impor bahan baku, melalu...
DPR Tekankan Keselamatan Publik dalam Pengelolaan TNGM
Komisi IV DPR menekankan keselamatan masyarakat dalam pengelolaan TNGM dan mendesak penegakan larangan serta...
Pemerintah Terapkan Gerakan RANA di Pesantren dan Madrasah
Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional RANA untuk ciptakan ruang aman bagi anak di pesantren, madrasah, kel...