Lokal

Hasyim Minta Perbaikan Menyeluruh Jalan KL Yos Sudarso

Bagikan:
Warga melakukan penimbunan jalan rusak di Jalan KL Yos Sudarso

MEDAN — Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim SE, mendesak pemerintah segera memperbaiki Jalan KL Yos Sudarso, khususnya ruas dari Simpang Jalan Dobi hingga Simpang Jalan Titipapan. Permintaan itu disampaikan saat peninjauan kegiatan penimbunan jalan yang dilakukan swadaya warga pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Kondisi jalan dan tuntutan perbaikan

Kerusakan di ruas tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas. Hasyim menyebut perbaikan tidak boleh sebatas menimbun sementara, melainkan harus bersifat menyeluruh.

Menurut dia, penanganan yang menyeluruh mencakup perbaikan drainase, pelebaran badan jalan, hingga pembetonan agar mampu menahan beban kendaraan berat. Ia meminta Kementerian PUPR turun tangan untuk menangani masalah ini secara komprehensif.

"Kita minta Kementerian PUPR segera melakukan perbaikan Jalan KL Yos Sudarso, terutama dari Simpang Jalan Dobi sampai Simpang Jalan Titipapan. Penanganannya harus menyeluruh, mulai dari perbaikan drainase, pelebaran jalan hingga pembetonan agar lebih kuat dan mampu menahan beban kendaraan berat," tegas Hasyim.

Penyebab kerusakan dan pengawasan kendaraan berat

Hasyim menyoroti tingginya lalu lintas truk bertonase besar yang melintas di jalan tersebut. Ia menilai kendaraan bertonase berat mempercepat kerusakan jika melanggar ketentuan kelas jalan dan batas muatan.

Untuk mengurangi beban pada jalan arteri, Hasyim meminta Dinas Perhubungan Sumatera Utara melakukan pengawasan dan penindakan tegas terhadap pelanggaran. Ia juga menyarankan agar truk bertonase besar diarahkan menggunakan jalan tol ketika memungkinkan.

Koordinasi lintas lembaga dan langkah lapangan

Hasyim mendorong koordinasi antara Dinas Perhubungan Sumut, Dinas Perhubungan Kota Medan, dan Satlantas Polrestabes Medan. Ia menekankan perlunya patroli dan pengawasan rutin, terutama saat jam padat lalu lintas.

Menurutnya, pengawasan lapangan penting agar aturan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar ditegakkan. Perbaikan fisik tanpa pengawasan kendaraan rawan membuat kondisi jalan kembali rusak dalam waktu singkat.

Peran masyarakat dan tanggung jawab pemerintah

Aksi penimbunan yang dilakukan warga, dikoordinasikan oleh kelompok Semesta Merestui bersama PDI Perjuangan, mendapat apresiasi Hasyim sebagai bentuk kepedulian publik. Namun ia memperingatkan bahwa solusi swadaya tidak boleh menggantikan tanggung jawab negara.

"Jangan sampai masyarakat terus menanggung dampak jalan rusak, sementara penanganannya berjalan lambat. Gotong royong warga adalah bukti kepedulian, tetapi pemerintah tetap harus mengambil tanggung jawab. Jalan yang layak dan aman merupakan kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi," pungkas Hasyim.

Perbaikan Jalan KL Yos Sudarso, menurut Hasyim, harus menyatukan perbaikan struktur jalan, drainase, pengawasan kendaraan, dan penegakan aturan agar hasilnya tahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait