Kecelakaan Maut di Tapaktuan: 2 Pelajar Tewas Tabrakan Xpander
Tapaktuan, Aceh Selatan — Dua pelajar berusia 13 tahun tewas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah mobil Mitsubishi Xpander di Jalan Nasional Tapaktuan–Subulussalam, Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Jumat (9/10) sekitar pukul 12.15 WIB.
Kronologi singkat
Korban, Mauliza (13) dan Rosi Kalita (13), keduanya warga Gampong Ie Jerneh, meninggal di lokasi setelah motor Honda Scoopy bernomor polisi BL 5988 TAA bertabrakan dengan Mitsubishi Xpander bernomor polisi BK 1244 ABM.
Mobil dikemudikan Dusturil Maharaja (27) dari Desa Medang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya. Menurut keterangan awal polisi, mobil melaju dari arah Subulussalam menuju Tapaktuan dan diduga masuk ke lajur kanan sehingga menabrak motor yang datang dari arah berlawanan.
Penyebab sementara dan penyelidikan
Polisi menduga kecelakaan terjadi karena pengemudi mobil kehilangan konsentrasi akibat mengantuk. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dugaan sementara, pengemudi mobil mengantuk sehingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih harus dipastikan melalui hasil olah tempat kejadian perkara," ujar AKP Aiyub.
"Bapak Kapolres telah menginstruksikan personel Satlantas untuk segera turun ke lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mendalami seluruh rangkaian kejadian agar penyebab kecelakaan dapat diketahui secara jelas," tambahnya.
Penanganan di lapangan
Kapolres Aceh Selatan memerintahkan Satlantas Polres Aceh Selatan untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa kendaraan yang terlibat. Personel juga melakukan pendalaman kronologi untuk memastikan dinamika tabrakan.
Kondisi korban dan kerugian material
Polisi melaporkan kondisi luka korban sebelum dinyatakan meninggal: Mauliza mengalami luka kepala dan patah kaki kanan, sedangkan Rosi mengalami luka kepala dan patah pada kedua kaki. Kedua korban dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Kecelakaan menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan Mitsubishi Xpander dan Honda Scoopy. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Impak dan peringatan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengendara untuk tidak memaksakan diri mengemudi saat lelah atau mengantuk. Jalan nasional yang dilalui kendaraan dari dua arah membutuhkan kewaspadaan ekstra untuk menghindari kecelakaan serupa.
Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan semua faktor penyebab sebelum menetapkan langkah hukum lebih lanjut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Satpol PP Bongkar Dua Papan Reklame Tak Berizin di Pematangsiantar
Satpol PP Pematangsiantar membongkar dua papan reklame tanpa izin di dua lokasi pada 8 Oktober 2026 setelah...
Sabang Salurkan Zakat Non Tunai dan Bangun 30 Rumah TA 2026
Pemerintah Kota Sabang menyalurkan zakat dan infaq TA 2026 secara non tunai, meliputi bantuan tunai untuk ri...
Kapolres Pematangsiantar Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Resnarkoba
Kapolres Pematangsiantar memimpin sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Resnarkoba pada 9 Oktober untuk penyegara...
Labuhanbatu Gelar Gerakan Indonesia ASRI Sambut HUT Pemda
Labuhanbatu menggelar Gerakan Indonesia ASRI pada 9 Oktober 2026, melibatkan TNI-Polri dan OPD untuk bersihk...
Hasyim Minta Perbaikan Menyeluruh Jalan KL Yos Sudarso
Hasyim mendesak perbaikan menyeluruh Jalan KL Yos Sudarso dari Simpang Dobi hingga Titipapan, termasuk drain...
Sergai Dua Tahun Beruntun Raih Produksi Padi Tertinggi di Sumut
Kabupaten Serdang Bedagai kembali jadi produsen padi terbesar Sumut pada 2024–2025, didorong perluasan lahan...