Sergai Dua Tahun Beruntun Raih Produksi Padi Tertinggi di Sumut
Sei Rampah, Serdang Bedagai — Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali menjadi produsen padi terbesar di Provinsi Sumatera Utara pada 2024 dan 2025. Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedy Iskandar SP, MM, menyatakan capaian ini didorong oleh peningkatan luas tanam, produktivitas, dan program dukungan alat serta benih.
Rekor Produksi 2024 dan 2025
Berdasarkan data yang disampaikan Dedy Iskandar, pada 2024 Sergai menempati posisi pertama di Sumut dengan luas lahan 28.016 hektar dan luas panen 51.118 hektar. Produksi gabah kering giling (GKG) tercatat 333.129 ton, produktivitas 6,52 ton/ha, serta produksi beras 191.088 ton. Indeks pertanaman (IP) di angka 1,82.
Pada 2025 Sergai kembali berada di puncak dengan luas lahan 29.666 hektar, luas panen 55.196 hektar, dan produksi padi 356.508 ton GKG. Produktivitas rata-rata tercatat 6,46 ton/ha dengan IP 1,86.
"Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 Kab. Sergai produksi padi berada di posisi pertama di Provinsi Sumut ..."
Bantuan alat dan benih untuk mendongkrak produksi
Untuk mencapai capaian itu, Dinas Pertanian Sergai menyalurkan berbagai bantuan dari APBD dan APBN. Bantuan alat meliputi:
- Traktor roda 2 (TR2): 29 unit
- Traktor roda 4 (TR4): 20 unit
- Combine Harvester Besar (CHB): 13 unit
- Pompa air: 47 unit
Sementara bantuan benih yang disalurkan mencapai 153,975 ton padi dan 42,785 ton benih jagung.
Program cetak sawah mandiri
Komitmen pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting. Dedy mengapresiasi dukungan Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan terhadap program cetak sawah mandiri yang berkelanjutan.
| Tahun | Luas Cetak Sawah (Ha) |
|---|---|
| 2016 | 1 |
| 2017 | 50 |
| 2018 | 11 |
| 2019 | 75 |
| 2020 | 231 |
| 2021 | 111 |
| 2022 | 234.8 |
| 2023 | 103 |
| 2024 | 104 |
| 2025 (s/d Sept) | 62.94 |
| Total 2016–2025 | 983.75 |
Dedy menambahkan total areal persawahan di Sergai hampir 30.000 hektar. Selain itu, untuk program cetak sawah rakyat yang didukung Kementerian Pertanian pada 2026 direncanakan 262 hektar; realisasi awal saat ini tercatat 122 hektar yang dilaksanakan melalui Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian (BBILP) Sumatera Utara.
Kebijakan pembebasan PBB untuk petani
Pemerintah kabupaten juga menerapkan kebijakan fiskal untuk meringankan beban petani. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Bapenda) Sergai, Sri Rahmayani S.Sos, MSi, menyampaikan bahwa pemerintah membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pemilik sawah dengan luas hingga 7 rante (2.800 m2) per NIK.
"Pembebasan PBB areal persawahan berlaku untuk sawah milik petani dengan luas 7 rante (2.800 M2) kebawah, dengan perhitungan untuk perpetani satu NIK."
Prospek dan tantangan
Dengan dukungan alat, benih, program cetak sawah, dan insentif pajak, Sergai memperkuat posisinya sebagai daerah produsen padi utama di Sumut. Ke depan, fokus pemerintah daerah dan kementerian akan menentukan kesinambungan produktivitas dan ketahanan pangan regional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sugimin Divonis 3 Tahun karena Korupsi Dana Wakaf
Mantan Kadus Sugimin divonis 3 tahun dan wajib ganti Rp526 juta atas korupsi dana ganti rugi lahan wakaf ter...
Korban Minta Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Penelantaran Anak
Lucia meminta hakim menolak praperadilan ABS atas dugaan penelantaran anak; sidang putusan dijadwalkan 12 Ok...
Medan Raih Tiga Penghargaan atas Inovasi Pajak Digital QRESTO
Pemko Medan raih tiga penghargaan nasional atas inovasi pajak digital QRESTO untuk tingkatkan transparansi,...
Ameriza Ma’ruf Moesa Dikukuhkan sebagai Kepala BI Sumut
Ameriza Ma’ruf Moesa resmi menjadi Kepala BI Sumut pada 9 Oktober; pengukuhan fokus pada kolaborasi inflasi...
Ahli: Penetapan Tersangka Dhody Thahir oleh Polda Sumut Sesuai Prosedur
Ahli pidana menyatakan penetapan Dhody Thahir sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan surat telah ses...
Kasus Influenza di Sumut Melandai, Dinkes Imbau Terapkan PHBS
Tren influenza di Sumut meningkat sejak September 2026 lalu mulai melandai pada minggu pertama Oktober; Dink...