Jupiter Bantu Bumi Mendapatkan Fosfor dan Nitrogen
Penelitian baru yang dipimpin oleh Rice University dan dipublikasikan 4 Juni 2026 di jurnal Science Advances menemukan bahwa pertumbuhan Jupiter berperan penting dalam menentukan distribusi unsur penting kehidupan, sehingga Bumi kemungkinan besar mendapatkan fosfor dan nitrogen dari wilayah dalam Tata Surya, bukan dari meteorit luar.
Temuan inti: siapa, apa, kapan, dan mengapa
Ilmuwan yang mendapat dukungan dari lembaga antariksa nasional menggabungkan data meteorit dan model dinamika awal Tata Surya untuk menelusuri asal unsur kimia. Hasil menunjukkan Bumi memperoleh sebagian besar fosfor dan nitrogen dari planetesimal yang terbentuk di wilayah dalam Tata Surya pada generasi kedua, sebelum kontribusi besar dari meteorit kondrit luar diperlukan.
Metode: meteorit sebagai arsip sejarah
Para peneliti menganalisis rasio fosfor terhadap nitrogen pada dua jenis meteorit utama: meteorit besi (dari generasi planetesimal pertama) dan kondrit (dari generasi kedua). Mereka memetakan variasi rasio itu pada jarak berbeda dari Matahari untuk memahami bagaimana bahan-bahan pembentuk planet terdistribusi.
Hasil analisis dan kronologi
Data menunjukkan pola bergeser antara generasi pertama dan kedua planetesimal. Pada generasi pertama, rasio fosfor terhadap nitrogen lebih tinggi di wilayah luar Tata Surya. Namun, pada generasi kedua pola itu berbalik: rasio yang lebih tinggi ditemukan di wilayah dalam, tempat Bumi kemudian terbentuk. Para peneliti menautkan pergeseran ini ke fase tumbuhnya Jupiter.
Peran Jupiter dalam mengatur distribusi unsur
Studi ini menyimpulkan gravitasi Jupiter yang kuat bertindak sebagai penghalang-migrasi bahan kimia dasar antara wilayah dalam dan luar. Penulis senior penelitian menekankan pentingnya peran itu dalam menentukan komposisi bahan pembentuk Bumi.
"Pertumbuhan Jupiter memainkan peran penting dalam menentukan distribusi bahan kimia dasar,"
Penulis utama menambahkan bahwa proses pembentukan Bumi tidak memerlukan kontribusi besar dari meteorit kondrit luar untuk memasok fosfor dan nitrogen.
"Bumi memperoleh sebagian besar fosfor dan nitrogen dari planetesimal wilayah dalam Tata Surya,"
Konsekuensi bagi studi asal-usul kehidupan
Fosfor dan nitrogen termasuk dalam enam unsur dasar kehidupan, dikenal sebagai CHNOPS (karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor, sulfur). Jika Bumi memang memperoleh pasokan utama kedua unsur itu dari wilayah dalam, maka model asal-usul bahan organik dan nutrisi di Bumi harus mempertimbangkan pembentukan lokal lebih kuat daripada pemasokan dari luar.
Penemuan ini mengubah pandangan lama bahwa meteorit dari wilayah luar selalu menjadi sumber utama unsur hidup. Selain menambah pemahaman tentang asal-usul Bumi, penelitian membuka arah baru untuk studi dinamika planet dan pembentukan kondisi yang mendukung kehidupan di planet lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...