Indonesia Perkuat Kepemimpinan Pengelolaan Hutan di Forum ASEAN
Indonesia menegaskan komitmen memperkuat kepemimpinan dalam pengelolaan hutan lestari pada The 21st ASEAN Working Group on Forest Management (21st AWG-FM) yang berlangsung di Siem Reap, Kamboja. Delegasi dipimpin Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Dr. Ristianto Pribadi.
Kepemimpinan dan tujuan keikutsertaan
Delegasi Indonesia hadir untuk memperkuat kolaborasi regional dan memaparkan kebijakan serta inovasi pengelolaan hutan. Fokus utama adalah menjadikan kehutanan sebagai pilar pembangunan yang seimbang antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Capaian utama yang dipaparkan
Indonesia memaparkan sejumlah capaian teknis dan kebijakan yang sudah diimplementasikan. Inti paparan meliputi pembaruan data statistik kehutanan nasional dan penguatan sistem pemantauan berbasis teknologi.
Di samping itu, pemerintah menyorot pengembangan Nature-based Solutions dan penerapan sistem verifikasi untuk meningkatkan daya saing produk kehutanan.
Rincian program dan data
Kementerian menyampaikan data luas kawasan hutan dan program pemberdayaan masyarakat yang menjadi bukti kebijakan.
- 123,9 juta hektare luas kawasan hutan nasional.
- 67 juta hektare di antaranya adalah hutan produksi.
- Program Perhutanan Sosial memiliki akses kelola sekitar 8,4 juta hektare.
- Program tersebut melibatkan lebih dari 1,4 juta kepala keluarga dan mendorong pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Regulasi karbon dan peluang investasi
Indonesia memperkenalkan implementasi Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 tentang tata cara penyelenggaraan nilai ekonomi karbon sektor kehutanan. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola perdagangan karbon yang berintegritas sekaligus membuka peluang investasi hijau.
Sikap pejabat dan pesan utama
"Kami berkomitmen menjadikan sektor kehutanan sebagai salah satu pilar pembangunan nasional yang mampu menghadirkan keseimbangan. Melalui kerja sama ASEAN, Indonesia ingin memperkuat kolaborasi untuk menjaga hutan tropis hingga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
"Forum ASEAN merupakan wadah penting untuk memperkuat kolaborasi teknis sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi kebijakan kehutanan Indonesia. Kami ingin mendorong pengelolaan hutan yang semakin adaptif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan," kata Ketua Delegasi Indonesia, Dr. Ristianto Pribadi.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan memadukan data, inovasi teknologi, dan kebijakan, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemimpin pengelolaan hutan tropis di tingkat ASEAN. Ke depan, Indonesia akan melanjutkan harmonisasi kebijakan regional, penguatan mekanisme verifikasi, dan ekspansi program perhutanan sosial untuk meningkatkan manfaat pada masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG Waspada: Awan Cumulonimbus Picu Cuaca Ekstrem sampai 4 Agustus
BMKG peringatkan potensi awan Cumulonimbus pemicu cuaca ekstrem di beberapa wilayah dan perairan pada 29 Jul...
DPR Dukung Larangan BGN: SPPG Dilarang Pakai LPG 3kg & MinyaKita
BGN melarang SPPG pakai LPG 3kg, MinyaKita, dan beras SPHP; DPR mendorong pengawasan ketat agar subsidi tepa...
Prabowo Puji Seleksi IPDN yang Menjaring Talenta dari Berbagai Latar
Prabowo memuji seleksi IPDN yang berhasil menjaring lulusan terbaik dari berbagai latar sosial saat pelantik...
BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi hingga 30 Juli
BMKG keluarkan peringatan dini cuaca 29–30 Juli 2026; potensi hujan lebat dan angin kencang, utamanya di NTB...
Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN di Jatinangor
Presiden Prabowo melantik 1.204 lulusan IPDN Angkatan XXXIII di Jatinangor; para Pamong Praja Muda siap dite...
Prabowo Pimpin Pelantikan 1.204 Pamong Praja IPDN, 29 Juli 2026
Presiden Prabowo bakal melantik 1.204 lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda di Jatinangor pada 29 Juli 2026...