DPR Puji BPOM Perkuat Pengawasan AMDK, Dorong Ekspor
Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada Kepala BPOM, Taruna Ikrar, atas penguatan pengawasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dinilai krusial untuk keamanan konsumen dan peningkatan daya saing ekspor. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka pembahasan penguatan industri pangan dan perlindungan konsumen di tingkat nasional.
Pengawasan berbasis risiko dan standar mutu
Di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM memperkuat sistem pengawasan berbasis risiko serta menaikkan standar mutu produk AMDK. Tujuannya memastikan setiap produk yang beredar memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan kemanfaatan sesuai standar nasional maupun internasional.
Data pendaftaran produk AMDK
Menurut data yang disampaikan BPOM, hingga kini tercatat 8.721 produk AMDK terdaftar. Mayoritas produk berasal dari industri dalam negeri, menunjukkan kapasitas produksi lokal yang kuat dan peluang untuk menembus pasar ekspor.
| Keterangan | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|
| Total produk terdaftar | 8.721 | 100% |
| Produk dalam negeri | 8.700 | 99,76% |
| Produk impor | 21 | 0,24% |
Komposisi pelaku usaha dan peran UMKM
Industri AMDK tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar. Data menunjukkan dominasi pelaku usaha menengah dan kecil yang berkontribusi signifikan pada pasokan domestik dan penyerapan tenaga kerja.
| Skala Usaha | Persentase |
|---|---|
| Usaha menengah | 32,09% |
| Usaha kecil | 31,05% |
Bahan kemasan dan keamanan
Mayoritas kemasan AMDK menggunakan plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate), diikuti PP dan PC. BPOM memastikan seluruh bahan kemasan telah melalui evaluasi keamanan sebelum beredar.
- Polyethylene Terephthalate (PET)
- Polypropylene (PP)
- Polycarbonate (PC)
Tanggapan Kepala BPOM
“BPOM hadir untuk memastikan setiap produk air minum dalam kemasan yang beredar aman, bermutu, dan memenuhi standar yang berlaku. Penguatan pengawasan ini bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia,”
Taruna Ikrar menegaskan keberhasilan beberapa produk AMDK menembus pasar ekspor menjadi bukti kemampuan industri nasional memenuhi standar internasional. BPOM akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan agar industri tumbuh sehat dan inovatif.
Isu mikroplastik dan penelitian
Taruna juga menyoroti perhatian global terhadap isu mikroplastik. BPOM berkomitmen mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan standar internasional, serta memperkuat penelitian dan pengujian laboratorium untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Ke depan, Komisi VII DPR RI menilai sinergi antara pemerintah, DPR, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar produk AMDK Indonesia tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga menjadi duta kualitas pangan nasional di pasar internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...
Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas saat Audiensi dengan LEGO
Menkomdigi Meutya Hafid dorong penerapan PP Tunas dan persetujuan orang tua saat audiensi dengan LEGO untuk...