Lokal

Puluhan Penerbangan Kualanamu Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bagikan:
Penumpang menunggu di Bandara Kualanamu saat beberapa penerbangan dibatalkan karena abu Gunung Anak Krakatau

Deliserdang, 7 September – Puluhan penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) dibatalkan pada Senin setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menghasilkan sebaran abu vulkanik. Pembatalan paling banyak terjadi untuk rute Jakarta, dan beberapa rute lain mengalami penundaan.

Pembatalan dan rute terdampak

Hingga pembaruan pukul 09.30 WIB, tercatat 24 penerbangan dibatalkan di KNIA. Dampak tidak hanya ke Jakarta; sejumlah penerbangan ke Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (BDO) Bandung, Radin Inten II Lampung, dan beberapa bandara lainnya juga mengalami penundaan.

Pernyataan otoritas bandara

Manajemen PT Angkasa Pura Aviasi menyatakan gangguan lebih besar terasa pada rute Jakarta akibat sebaran abu vulkanik. Menurut keterangan yang disampaikan, rute ke Jakarta masih ditutup hingga pukul 18.00 WIB pada hari yang sama.

Sejauh ini masih belum normal khususnya ke Jakarta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,

Manajemen juga mengimbau penumpang untuk tetap tenang sambil menunggu informasi lebih lanjut.

Oleh karena itu, penumpang tetap tenang dan kita berharap kondisi alam ini cepat pulih sehingga penerbangan kembali normal,

Situasi penumpang di bandara

Dampak pembatalan membuat beberapa penumpang kebingungan karena sudah menunggu lama. Seorang penumpang tujuan Jakarta, Nuri, mengaku frustrasi setelah jadwalnya berulang kali dibatalkan sejak Minggu.

Sudah bingung aku, sejak Minggu kemarin pesawat sudah cancel, tujuan Jakarta, padahal saya hari ini Senin, saya harus sampai, malah di-cancel lagi,

Nuri mengatakan ia hanya bisa menunggu dan berharap erupsi segera mereda agar jadwal penerbangan kembali normal.

Arah ke depan

Otoritas bandara memantau perkembangan kondisi vulkanik dan menyarankan penumpang untuk rutin memeriksa status penerbangan. Jika kondisi membaik, layanan dijadwalkan kembali normal sesuai pengumuman resmi.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait