PSI Dukung Perubahan Perda Penanggulangan Kemiskinan di Medan
MEDAN — Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Medan menyatakan setuju terhadap usulan perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang penanggulangan kemiskinan. Pernyataan disampaikan dalam rapat paripurna internal di gedung dewan pada Senin (7/9) oleh anggota Fraksi PSI, Henry Jhon Hutagalung. PSI menilai perubahan perlu untuk memperbaiki arah kebijakan dan efektivitas program di lapangan.
Sikap PSI dan alasan perubahan
Fraksi PSI menilai pelaksanaan Perda yang berlaku saat ini belum maksimal. Perubahan dianggap sebagai momentum bukan sekadar penyesuaian aturan, tetapi untuk memperbaiki tata kelola dan hasil nyata bagi masyarakat miskin. Henry menekankan perubahan harus selaras dengan dinamika sosial ekonomi yang berkembang.
"Kemiskinan bukan hanya persoalan angka statistik, tetapi persoalan kualitas hidup masyarakat,"
— Henry Jhon Hutagalung, Fraksi PSI DPRD Medan
Data dan pemetaan sebagai kunci
Salah satu perhatian utama PSI adalah akurasi data kemiskinan dan pemetaan wilayah. Fraksi ini mendorong agar Perda baru mewajibkan pemutakhiran data secara berkala dengan basis by name by address sehingga program dapat tepat sasaran.
Henry juga meminta integrasi data antar-level pemerintahan dan keterlibatan kecamatan, kelurahan, serta partisipasi warga. Selain itu, PSI menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan berbasis digital untuk mengatasi praktik intimidasi terkait bansos.
"Transparansi dan pengawasan secara digital. Karena PSI menerima aduan adanya intimidasi dalam pengurusan bansos,"
— Henry Jhon Hutagalung
Alokasi anggaran dan fokus pemberdayaan
Selain data, Fraksi PSI menyoroti kebutuhan anggaran yang memadai. Henry meminta Pemko Medan mengalokasikan 15 persen APBD Kota Medan untuk program penanggulangan kemiskinan. Ia menegaskan anggaran itu harus diarahkan tidak hanya untuk bantuan sosial langsung, melainkan juga penguatan pemberdayaan.
- Pengembangan UMKM
- Pelatihan keterampilan kerja
- Peningkatan akses pendidikan dan kesehatan
"Tujuan akhir kebijakan bukanlah membuat masyarakat bergantung pada bantuan, tetapi membuat mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri,"
— Henry Jhon Hutagalung
Harapan dan catatan akhir
Fraksi PSI mendukung perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 sepanjang regulasi baru mampu memperkuat efektivitas penanggulangan kemiskinan, meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Medan. PSI juga mengingatkan agar isu kemiskinan tidak dipolitisasi, melainkan dijadikan prioritas kebijakan publik yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Simalungun Ajak Warga Tolak Hoaks lewat Rembuk Masalah
Kapolres Simalungun ajak warga tolak hoaks dan lapor lewat layanan 110 saat Rembuk Masalah Warga di Gunung M...
Tiga Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0213/Nias Rampung 100%
Kodim 0213/Nias menyelesaikan tiga sasaran TMMD ke-130 di Kabupaten Nias pada 25 Oktober 2026, semua capaian...
Asahan Ekspor 40 Ton Terasi ke Thailand, Bukti Kekuatan UMKM
Kabupaten Asahan melepas 40 ton terasi UMKM ke Thailand pada 24 Oktober, membuka akses pasar internasional d...
Sipahutar Juara Bupati Cup 2026 Usai Menang Adu Penalti 3-2
Sipahutar juara Bupati Cup 2026 setelah menang adu penalti 3-2 atas Tarutung di final yang berlangsung Mingg...
Pengemudi BYD Denza Minta Maaf dan Siap Bertanggung Jawab atas Tabrakan di Medan
Pengemudi BYD Denza minta maaf atas tabrakan beruntun di Medan, menyatakan tes urine negatif dan siap bertan...
Milad IV Majelis Ta’lim Silaturahim Siantar, Kapolres Hadir dan Beri Apresiasi
Kapolres Pematangsiantar hadiri Milad IV Majelis Ta’lim Silaturahim di Suzuya Merdeka Mall dan berikan bingk...