PDIP DPRD Medan Setujui Perubahan Perda Penanggulangan Kemiskinan
Medan — Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Medan menyetujui usulan perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan untuk ditetapkan sebagai ranperda inisiatif DPRD. Persetujuan itu disampaikan anggota fraksi Johannes Hutagalung saat membacakan pandangan fraksi dalam rapat paripurna internal di gedung dewan, Senin (7/9).
Keputusan fraksi dan jalannya rapat
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan dihadiri Wakil Ketua serta anggota dewan lainnya. Sekretariat dewan memfasilitasi jalannya rapat dengan Plt Sekwan dan Kabag Persidangan hadir mendampingi.
Menurut Johannes, persetujuan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat payung hukum penanggulangan kemiskinan di tingkat kota.
Fokus perubahan: bantuan UMKM dan pembinaan keterampilan
Fraksi PDIP menekankan beberapa perubahan penting dalam rancangan perda. Salah satunya adalah mekanisme bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selama ini bantuan diberikan lebih banyak secara kelompok. Fraksi berharap ke depan bantuan dapat diberikan secara perorangan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat prasejahtera.
Sama halnya pada program pendidikan dan pelatihan, Pemko Medan diminta memberi pembinaan yang lebih terfokus sehingga masyarakat memperoleh keterampilan yang mendukung kemandirian ekonomi.
Data penerima manfaat dan akurasi sebagai prioritas
Johannes menyoroti pentingnya data yang akurat sebagai dasar penetapan kebijakan. Tanpa data tepat, program berisiko tidak tepat sasaran dan tidak efektif menekan angka kemiskinan.
Fraksi PDIP menilai penanggulangan kemiskinan harus berjalan dengan pendekatan sistematis, terpadu, dan menyeluruh yang menyesuaikan dinamika sosial ekonomi saat ini.
Harapan terhadap efektivitas program
Fraksi berharap perubahan perda ini menjadi landasan hukum yang lebih kuat bagi Pemerintah Kota Medan dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan secara terarah dan berkelanjutan.
- Peralihan mekanisme bantuan UMKM dari kelompok ke perorangan.
- Peningkatan program pelatihan dan pembinaan keterampilan.
- Perbaikan akurasi data penerima manfaat untuk program tepat sasaran.
Dengan langkah tersebut, fraksi berharap percepatan penanggulangan kemiskinan berlangsung secara optimal, efisien, dan transparan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polsek Na IX-X Gelar Minggu Kasih di GMI Simpang Marbau
Kapolsek Na IX-X AKP Gunawan Sinurat pimpin Minggu Kasih di GMI Simpang Marbau, menyampaikan pesan Kamtibmas...
Yapmode Fashion Festival ke-8 Angkat ‘The Charm of the Sea’ di Medan
Yapmode Fashion Festival ke-8 di Medan mengusung tema 'The Charm of the Sea', menampilkan 170 outfit dari 30...
Kapolres Simalungun Ajak Warga Tolak Hoaks lewat Rembuk Masalah
Kapolres Simalungun ajak warga tolak hoaks dan lapor lewat layanan 110 saat Rembuk Masalah Warga di Gunung M...
Tiga Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0213/Nias Rampung 100%
Kodim 0213/Nias menyelesaikan tiga sasaran TMMD ke-130 di Kabupaten Nias pada 25 Oktober 2026, semua capaian...
Asahan Ekspor 40 Ton Terasi ke Thailand, Bukti Kekuatan UMKM
Kabupaten Asahan melepas 40 ton terasi UMKM ke Thailand pada 24 Oktober, membuka akses pasar internasional d...
Sipahutar Juara Bupati Cup 2026 Usai Menang Adu Penalti 3-2
Sipahutar juara Bupati Cup 2026 setelah menang adu penalti 3-2 atas Tarutung di final yang berlangsung Mingg...