Pemkab Langkat Gelar Penertiban Kendaraan Dinas untuk Tata Kelola Aset
STABAT — Pemerintah Kabupaten Langkat memulai penertiban Barang Milik Daerah (BMD), khususnya kendaraan dinas, sebagai upaya memperbaiki tata kelola dan akuntabilitas aset. Pernyataan itu disampaikan Plt. Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, saat memimpin Rapat Koordinasi Penataan Aset Daerah, Senin (7/9), di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.
Rakor dan peserta
Rakor dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, seluruh kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Langkat. Pertemuan ini membahas langkah konkret untuk memastikan seluruh aset daerah tercatat, terdata, dan berada dalam penguasaan yang sah.
Fokus penertiban: kendaraan dinas
Salah satu fokus utama adalah penertiban kendaraan dinas. Pemeriksaan ini diharapkan memberi kejelasan administrasi serta memastikan kendaraan digunakan sesuai tugas masing-masing perangkat daerah.
Aset menjadi salah satu kriteria penting dalam penilaian opini keuangan daerah. Oleh karena itu, seluruh aset harus tertata dengan baik, tercatat secara akurat, dan dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Plt. Bupati, penataan aset bukan sekadar urusan administrasi. Pengelolaan BMD berkaitan langsung dengan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengelolaan keuangan daerah.
Langkah tindak lanjut
Pemkab Langkat merencanakan beberapa kegiatan untuk menindaklanjuti rakor, antara lain:
- apel pengecekan kendaraan dinas yang akan dipimpin langsung Plt. Bupati;
- pendataan ulang dan pemeriksaan fisik kendaraan;
- verifikasi dokumen administrasi untuk memastikan kepemilikan dan penggunaan yang sah;
- pelaporan data valid dari setiap OPD dan kecamatan.
Plt. Bupati meminta setiap OPD dan camat memberikan data yang valid dan kooperatif selama proses pemeriksaan. Instruksi ini dimaksudkan agar setiap kendaraan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan fisik.
Dampak yang diharapkan
Penataan BMD akan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menargetkan data aset yang lebih akurat, peningkatan efektivitas pemanfaatan aset, serta penguatan akuntabilitas publik.
Pemkab Langkat menegaskan komitmen memperkuat tata kelola aset secara profesional, tertib, dan transparan. Upaya ini bagian dari langkah lebih luas untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah dan mewujudkan pemerintahan yang semakin efektif.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Baznas Padanglawas Salurkan Zakat ke 196 Guru MDTA dan TPQ
Baznas Padanglawas menyalurkan zakat ke 196 guru MDTA/TPQ di Barumun; target 2026 naik jadi 904 guru dengan...
Sekretaris Dinas Labuhanbatu Didakwa Tipu 20 Laptop, Rugikan Rp183,5 Juta
Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu, Mudasir, didakwa menipu pengadaan 20 laptop yang merugikan Rp183,5...
PSMS Menang 2-1 atas PSIS, Bobby Minta Persiapan Stadion dan Optimisme Promosi
PSMS Medan menang 2-1 atas PSIS (25/10) dan naik ke posisi dua Grup A; Gubernur Bobby minta perbaikan stadio...
Petani Sipirok Keluhkan Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET
Petani Sipirok mengeluhkan NPK Phonska dijual Rp150.000 per sak, jauh di atas HET Rp92.000; mereka minta Din...
Polres Tapteng Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi dan 14 Tabung LPG
Polres Tapteng menangkap SS (45) usai ditemukan enam jerigen Pertalite dan 14 tabung LPG 3 kg yang diduga ak...
PIKI Samosir Dilantik, Diharap Jadi Mitra Strategis Pembangunan
DPC PIKI Samosir periode 2026–2031 dilantik 25 Oktober di Pangururan; diharapkan jadi mitra strategis dalam...