Pasien Penembakan di Medan: Peluru Diklaim Belum Diangkat Karena Biaya
Medan — Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan menjelaskan penanganan pasien korban penembakan dan pembacokan, Guntur Sugoro, yang mengaku peluru masih tersimpan di tubuhnya karena terkendala biaya dan kepesertaan BPJS. Pasien dirawat sejak 12 Mei 2026 di RS Pirngadi dan sempat direncanakan dirujuk ke rumah sakit lain.
Penanganan medis di RS Pirngadi
Menurut keterangan rumah sakit, Guntur masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Pirngadi pada 12 Mei 2026 pukul 23.45 WIB dalam kondisi sadar, mengeluh sesak napas, dan mengalami luka tembak di punggung bawah sebelah kanan.
"Pasien langsung mendapatkan tindakan medis. Pada 13 Mei 2026 pukul 00.05 WIB dilakukan pemasangan chest tube di kamar bedah COT," kata Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan.
Setelah itu, pasien dipindahkan ke Ruang Tulip 2A pada 13 Mei pukul 02.15 WIB dalam kondisi compos mentis dan menerima oksigen 3 liter.
Rujukan dan komunikasi dengan keluarga
Dokter menganjurkan rujukan ke rumah sakit yang memiliki spesialis Bedah BTKV. Rumah sakit menyiapkan surat rujukan, namun keluarga masih mempertimbangkan pilihan rujukan dan menyampaikan rencana membawa pasien ke RS Bhayangkara.
Karena keluarga berencana membawa pasien sendiri, pihak rumah sakit tidak langsung mengirimkan rujukan meski surat sudah disiapkan. Rumah sakit juga memberi edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi medis, termasuk keberadaan proyektil di tubuh korban.
Kronologi kejadian
- 11 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WIB: Guntur menjadi korban percobaan perampokan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
- Saat hendak pulang, ia dicegat oleh beberapa pelaku bersenjata tajam dan diminta menyerahkan sepeda motor.
- Guntur berusaha melarikan diri, lalu dibacok dari belakang pada bagian punggung dan kemudian ditembak; proyektil mengenai punggungnya.
- 12 Mei 2026 pukul 23.45 WIB: Guntur dirawat di IGD RS Pirngadi Medan.
- 13 Mei 2026 pukul 00.05 WIB: Pemasangan chest tube; dipindahkan ke Ruang Tulip 2A pada pukul 02.15 WIB.
Keluhan biaya dan status BPJS
Guntur mengaku peluru belum diangkat selama beberapa hari karena kendala biaya operasi dan masalah kepesertaan BPJS. Ia mengatakan kondisi ekonomi membatasi akses pengobatan, terutama karena baru bekerja sebagai satpam dapur sekitar dua bulan.
"Peluru belum diambil, cuma diperban aja. Nggak berlaku BPJS juga kan, makanya ini lagi buat surat miskin," kata Guntur.
Pasien membuat laporan kepolisian dan menjalani visum pada 18 Mei 2026 di Ruang Tulip 2A sebagai bagian dari proses hukum.
Status terakhir dan tindak lanjut
Hingga keluarga belum melaksanakan rujukan yang direncanakan, pasien pulang berobat jalan pada 19 Mei 2026 pukul 14.00 WIB dalam kondisi stabil. Rumah sakit memberi instruksi agar pasien kembali jika muncul gejala lanjutan.
Kasus ini kini tercatat melalui laporan polisi dan visum, sementara perawatan lanjutan dan kemungkinan pengangkatan proyektil bergantung pada keputusan keluarga dan status pembiayaan.
Berita Terkait
Stunting Masih Jadi PR Utama PKK Aceh Besar
Ketua TP PKK Aceh Besar Rita Mayasari minta kader cermat dalam pendataan stunting untuk percepatan penurunan...
Nagan Raya: Akses RSUD dan Puskesmas Cukup dengan KTP dan KK
Pemkab Nagan Raya pastikan warga bisa berobat di RSUD SIM dan puskesmas cukup dengan KTP dan KK setelah penc...
Wabup Sergai Buka Darul Fest Cup III, 255 Peserta Ikut
Wabup Adlin Tambunan membuka Darul Fest Cup III di Ponpes Darul Mukhlisin, 20-24 Mei 2026; 255 peserta ikut...
Dedi Iskandar Beri 100 Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Dedi Iskandar, anggota DPRD Sumut (PKS), membagikan 100 sembako kepada anak yatim dan kaum dhuafa di Desa Le...
Banjir Sungai Batang Toru Rendam 6 Rumah dan 15 Ha Lahan di Tarutung
Luapan Sungai Batang Toru (20/5) merendam enam rumah dan sekitar 15 ha lahan pertanian di Desa Hutapea Banua...
58 KK di Tapanuli Utara Masih Menunggu Rumah Bantuan KDM
58 KK penyintas bencana di Tapanuli Utara menunggu rampungnya rumah bantuan KDM; kendala utama adalah penyed...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!