PKK Sumenep Gencarkan Pencegahan Stunting di Dungkek
SUMENEP — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak keluarga memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan bantuan gizi. Aksi itu dilakukan pada Selasa (22/9/2026) saat PKK bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perikanan turun ke Kecamatan Dungkek.
Kegiatan dan sasaran
Tim memberikan edukasi kesehatan dan menyerahkan bantuan makanan bergizi untuk balita yang masuk kategori rawan stunting. Kegiatan berlangsung langsung di tingkat kecamatan dan menyasar keluarga serta pengurus posyandu setempat.
Bantuan dan materi edukasi
Pendampingan meliputi pemberian makanan dan penyuluhan gizi. Bantuan yang dibagikan antara lain:
- makanan olahan berbahan ikan;
- paket sembako.
Edukasi menekankan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan rutin anak melalui posyandu. Petugas juga mengingatkan orang tua untuk membawa anak ke posyandu secara berkala.
Peran berbagai pihak
Mbak Nia menegaskan pencegahan stunting memerlukan keterlibatan banyak pihak. Yang diminta ikut serta antara lain pemerintah kecamatan dan desa, organisasi perempuan, Bunda PAUD, kader posyandu, serta para orang tua.
- Pemerintah kecamatan dan desa
- Organisasi perempuan
- Bunda PAUD
- Kader posyandu
- Orang tua
“Kehadiran PKK ke Kecamatan Dungkek merupakan ikhtiar untuk mencegah stunting,”
Poin penting pencegahan
Menurut Nia, aspek gizi, pola makan, dan pernikahan dini perlu mendapat perhatian sejak sebelum keluarga memiliki anak. Ia mendorong pemberian edukasi sejak tahap pra-nikah untuk menekan faktor risiko stunting.
“Stunting, salah satunya, terjadi karena kekurangan gizi, pola makan, dan pernikahan dini. Makanya perlu kerja sama semua lini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak pernikahan,”
Pesan untuk orang tua dan kader
PKK menegaskan program ini bukan untuk menyalahkan keluarga yang memiliki anak stunting, melainkan membantu mencari solusi konkret. Nia juga menekankan pentingnya stimulasi psikologis dan suasana yang nyaman untuk tumbuh kembang anak.
“Jangan hanya memberikan makan saja, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada anak. Misalnya, jangan membentak anak. Anak harus dibuat senang dan tidak tertekan,”
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PKK bersama pemerintah daerah untuk memperkuat pencegahan stunting di tingkat keluarga. Langkah selanjutnya diharapkan melibatkan pemantauan rutin posyandu dan peningkatan akses pangan bergizi.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPR Minta Evaluasi Tata Kelola UINSA Usai Dugaan Pungli
Komisi VIII DPR minta evaluasi menyeluruh tata kelola UINSA menyusul dugaan pungutan dan polemik pemilihan r...
PDI Perjuangan: Pemkab Malang Harus Peka, RAPBD 2027 Konsisten
Fraksi PDI Perjuangan minta Pemkab Malang tangani masalah sejak dini dan pastikan RAPBD 2027 konsisten dari...
Puan Dorong Medali Asian Games 2026 Jadi Modal Perkuat Pembinaan
Puan Maharani minta setiap medali Asian Games 2026 dijadikan modal memperkuat pembinaan olahraga nasional se...
DPRD Dukung Pemberdayaan Gen Z Berbasis Kampung di Surabaya
DPRD Surabaya dukung program pemberdayaan Gen Z berbasis kampung; tekan kebutuhan pendampingan agar usaha ri...
PDI Perjuangan Minta Raperda Desa di Madiun Beri Kepastian
Fraksi PDI Perjuangan minta Raperda Desa Madiun beri kepastian kewenangan, anggaran, pengawasan, dan kesejah...
Novita Dorong Trenggalek Jadi Rumah Jaranan Dunia
Novita Hardini dorong FJTT ke-30 dan status KEN 2026 dijadikan momentum menjadikan Trenggalek rumah jaranan...