Kediri Gelar Gerakan Tanam Ketela Pohon untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengumumkan gerakan penanaman ketela pohon pada 20 Juni 2026 di Kabupaten Kediri. Langkah ini menindaklanjuti arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk memperkuat kelompok tani dan ketahanan pangan nasional.
Pengumuman disampaikan usai peresmian renovasi Istana Gebang di Blitar pada 15 Juni 2026, yang diresmikan oleh Megawati. Inisiatif di Kediri menjadi bagian rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dan kampanye diversifikasi pangan daerah.
Arah kebijakan dan pesan Megawati
Menurut Hanindhito, Megawati menekankan pentingnya posisi petani sebagai fondasi kekuatan bangsa. Pesan itu mendorong kader partai untuk aktif membentuk kelompok tani yang terorganisir dari tingkat desa.
"Bung Karno bilang negara ini harus dibuat soko atau tiang. Kalau negara mempunyai soko maka negara itu akan kuat. Tapi itu harus menjadi soko guru. Soko gurunya siapa? Petani,"
Hanindhito menyatakan pesan tersebut sebagai landasan program yang diarahkan menuju ketahanan pangan keluarga dan kedaulatan nasional.
Gerakan tanam: target dan mekanisme
PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menetapkan tanggal 20 Juni 2026 untuk memulai penanaman ketela pohon secara massal. Kegiatan akan melibatkan kelompok tani, kader partai, dan warga setempat.
Langkah ini juga merespons instruksi Megawati agar kader menanam sedikitnya 10 tanaman pendamping beras sebagai upaya diversifikasi pangan. Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.
"Soal pentingnya peran petani bagi bangsa ini, Ibu Megawati menyerukan kepada kader PDI Perjuangan supaya membentuk kelompok-kelompok tani yang terorganisir,"
Alasan memilih ketela pohon
Hanindhito menjelaskan ketela pohon dipilih karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai sejarah serta budaya di Kabupaten Kediri. Ketela juga dikenal sebagai bahan pangan alternatif yang memberi ketahanan pada saat pasokan beras terganggu.
"Kita menanam ketela pohon karena kita ketahui bersama nasi tiwul sudah menjadi bagian dari makanan khas Kabupaten Kediri," ujar Hanindhito, menunjuk keterkaitan budaya dan ketersediaan pangan lokal.
Dampak dan langkah lanjutan
Program ini dirancang bukan sekadar seremonial. PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menargetkan pembentukan kelompok tani aktif, pelatihan budidaya ketela pohon, dan pengembangan jaringan distribusi lokal.
Dengan memperkuat kelembagaan petani dan mendorong diversifikasi tanaman pangan, pihak partai berharap semangat ketahanan pangan ala Bung Karno dapat diwujudkan dalam manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kediri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...