Menko Pangan Ajak Pemuda Masjid Perkuat Ketahanan Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak pemuda dan remaja masjid terlibat aktif memperkuat ketahanan pangan nasional. Ajakan disampaikan pada Rapimnas DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Jakarta, Kamis 14 Mei 2026. Zulkifli menekankan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi bagi ketahanan bangsa dan membutuhkan keterlibatan masyarakat luas.
Ajakan dan alasan
Zulkifli menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pangan lokal. Karena itu, penguatan sektor pangan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Ia meminta agar organisasi kepemudaan Islam memanfaatkan jaringan mereka hingga ke tingkat daerah untuk mendukung program pangan.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan bangsa. Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta pangan lokal,”
Peran pemuda masjid
Menurut Menko Pangan, pemuda masjid memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran masyarakat tentang kemandirian pangan. Mereka dapat menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan di tingkat komunitas.
Beberapa peran konkret yang disebutkan meliputi penguatan ekonomi umat berbasis pangan dan dukungan terhadap usaha pangan lokal. Langkah-langkah ini dinilai akan membantu memperkuat ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.
Dukungan kebijakan dan teknologi
Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi serta perbaikan distribusi pangan agar akses ke pangan yang terjangkau dan berkualitas meningkat. Zulkifli menegaskan bahwa agenda pangan harus melibatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
“Agenda pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat,”
Upaya tersebut meliputi inovasi di sektor produksi, rantai pasok, dan promosi pangan lokal supaya berdaya saing.
Rapimnas sebagai wadah kolaborasi
Rapimnas DPP BKPRMI dijadikan ruang konsolidasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan Islam. Forum ini diharapkan melahirkan program kolaboratif yang konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, pemanfaatan teknologi, dan peran aktif komunitas, target pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat semakin dekat tercapai.
Ke depan, pemerintah dan organisasi kepemudaan diminta memperluas kerja sama di daerah, mengawal program, serta mendorong inisiatif lokal agar kemandirian pangan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...