Pemuda Bondowoso Gerakkan Politik dan Edukasi Sosial
Anak muda Bondowoso mulai bergerak lewat politik dan edukasi sosial untuk membangkitkan semangat generasi muda desa.
BONDOWOSO — Pemuda di Kecamatan Wonosari, Bondowoso bergerak mengatasi menurunnya semangat generasi muda melalui aktivitas politik dan program edukasi sejak Mei 2026. Inisiatif itu dipimpin oleh Muhammad Dani, 22 tahun, yang kini menjabat Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Wonosari, bersama kader muda lain seperti Riadatus Sholehah.
Inisiatif lewat politik lokal
Dani menilai masalah utama bukan hanya lapangan kerja, tetapi hilangnya energi positif di kalangan pemuda desa. Ia memilih jalan politik untuk membuka ruang aktivitas dan mendorong perubahan sosial di tingkat lokal.
Usai ditetapkan sebagai ketua PAC, Dani mulai merancang program sederhana yang mudah dijalankan di desa, seperti seminar motivasi dan pendidikan nonformal. Tujuannya agar pemuda memiliki kesempatan bertemu, berdiskusi, dan membangun jejaring produktif.
“Sekarang banyak anak muda yang bingung mau melakukan apa. Ruang kegiatan positif juga masih minim,”
kata Dani.
“Dengan seminar motivasi itu, tujuannya agar anak muda terdorong melakukan aktivitas positif dan lebih aktif dalam kegiatan produktif,”
tambahnya.
Edukasi lingkungan dan peran Gen-Z
Riadatus Sholehah, 26 tahun, menyoroti pentingnya kolaborasi kader muda untuk membangun komunikasi politik yang dekat dengan masyarakat. Ia percaya Gen-Z punya cara komunikasi yang lebih terbuka dan mudah diterima.
Ria juga mengangkat isu sampah rumah tangga yang masih menumpuk di beberapa titik desa. Menurutnya, masalah itu bukan semata fasilitas, melainkan rendahnya kesadaran lingkungan yang perlu diubah melalui edukasi.
“Keterlibatan Gen-Z akan semakin kuat ketika mampu mengomunikasikan isu-isu sosial secara baik kepada masyarakat,”
kata Ria.
“Kita harus aktif mengajak warga lebih peduli terhadap lingkungan. Kesadaran menjaga lingkungan harus mulai dibangun dari sekarang,”
ujarnya.
Sebagai langkah praktis, kader muda itu menginisiasi kegiatan berikut:
- Seminar motivasi dan pendidikan nonformal untuk remaja desa
- Program kampanye kebersihan dan pengelolaan sampah sederhana
- Forum diskusi rutin untuk menjaring aspirasi pemuda
Dampak, tantangan, dan harapan
Gerakan ini menghadapi tantangan besar, termasuk tradisi membuang sampah sembarangan dan kecenderungan anak muda merantau ke kota. Meski demikian, Dani dan Ria memilih tetap tinggal dan berupaya menumbuhkan perubahan dari akar.
Mereka menekankan bahwa keterlibatan pemuda tidak boleh sebatas momen pemilu atau kegiatan seremonial. Aktivitas nyata yang dirasakan masyarakat menjadi ukuran keberhasilan.
Di antara jalan-jalan desa dan persoalan lingkungan yang masih ada, para pemuda itu mencoba menyalakan harapan kecil yang dapat berkembang menjadi gerakan sosial lebih luas.
Baca juga: Kumpulan artikel PDI Perjuangan Jawa Timur di Google News
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Eri Cahyadi Minta Sport Center Potro Agung Dikelola Mandiri Warga
Wali Kota Eri meresmikan Sport Center Potro Agung (5/7/2026) dan minta pengelolaan mandiri warga agar tak be...
Wabup Lamongan: Kader Ansor Harus Jadi Pemimpin Digital
Wabup Lamongan minta kader GP Ansor Brondong jadi pemimpin adaptif dan kuasai ruang digital untuk jaga perda...
Warga Lamongan Desak Normalisasi Bengawan Jero, Minta TPT dan Perbaikan Jalan
Warga Dapil IV Lamongan mendesak normalisasi Bengawan Jero, pembangunan TPT, dan perbaikan jalan pasca-banji...
PDI Perjuangan Bojonegoro Perkuat Mesin Partai hingga Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro gelar Rakorcab sosialisasi penjaringan Ranting, terapkan kuota 30% perempuan d...
Ngawi Perkenalkan Pusaka Kanjeng Kiai Parikesit pada Kirab Hari Jadi
Kabupaten Ngawi memperkenalkan pusaka baru Kanjeng Kiai Parikesit saat kirab pusaka Hari Jadi ke-668, disert...
PNI 99 Tahun: Hasto Ajak Perkuat Demokrasi dan Marhaenisme
Hasto Kristiyanto pada peringatan PNI ke-99 (4 Juli 2026) ajak kader perkuat demokrasi, hidupkan Marhaenisme...