Bupati Gresik Ingatkan Orang Tua: Batasi Gadget demi Karakter PAUD
Gresik — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan orang tua untuk membatasi penggunaan gadget agar pembentukan karakter anak usia dini tidak terganggu. Pernyataan itu disampaikan saat pengukuhan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Gresik periode 2025–2029 pada Rabu, 20 Mei 2026, di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati.
Pengukuhan Pokja Bunda PAUD
Acara pengukuhan dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, serta jajaran pengurus Pokja. Pengukuhan ini menandai dimulainya periode kerja baru yang diharapkan memperkuat program PAUD di tingkat kabupaten.
Pendidikan Karakter sebagai Prioritas
Gus Yani, sapaan Bupati, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya mengejar kecerdasan akademik. Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi pondasi sejak anak berada di lingkungan keluarga.
"Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. Masa emas ini sangat menentukan perkembangan anak,"
Pesan soal Penggunaan Gadget
Bupati memberi peringatan khusus kepada orang tua mengenai kebiasaan bermain ponsel di depan anak. Ia menilai anak cenderung meniru perilaku orang tua sehingga kebiasaan orang dewasa akan membentuk pola perilaku anak.
"Anak-anak sekarang melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Kalau orang tua terus bermain handphone, anak juga akan mengikuti,"
"Karena itu, orang tua harus memberi contoh yang baik, termasuk dalam penggunaan gadget,"
Ia menambahkan bahwa kecerdasan tanpa etika tidak akan memberikan manfaat dalam kehidupan sosial.
"Percuma anak pintar kalau tidak memiliki etika dan sopan santun. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak baik,"
Harapan dan Tindak Lanjut
Pemerintah Kabupaten Gresik berharap pengukuhan Pokja Bunda PAUD periode 2025–2029 mempererat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan keluarga. Langkah ini diarahkan untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari segi karakter dan akhlak.
Dengan penguatan peran keluarga dan pembatasan penggunaan gadget, Pemkab menargetkan terciptanya generasi penerus yang berkualitas secara intelektual dan moral.
Berita Terkait
Deni Wicaksono Ajak Kader Muda PDIP Pacitan Aktif di Medsos
Deni Wicaksono mendorong kader muda PDIP Pacitan aktif di media sosial untuk kritik kebijakan, edukasi polit...
Kediri Lepas 1.213 Calon Jamaah Haji, Bupati Ingatkan Gotong Royong
Pemkab Kediri memberangkatkan 1.213 calon jamaah haji pada 20 Mei 2026; Bupati minta jamaah muda bantu lansi...
PDIP Jatim Lantik 12 PAC di Pacitan, Tegaskan Penguatan Ideologi
DPD PDI Perjuangan Jatim melantik 12 PAC di Pacitan (20/5/2026) untuk memperkuat ideologi, struktur kecamata...
PDI Perjuangan Lantik 12 PAC di Pacitan, Tekankan Penguatan Ideologi
DPD PDI Perjuangan Jatim melantik 12 PAC di Pacitan (20/5/2026) sebagai momentum penguatan ideologi dan pers...
Ngawi Wajibkan Kuota Kerja bagi Penyandang Disabilitas lewat Perda
Ngawi mewajibkan pemerintah daerah dan perusahaan menyediakan kuota kerja bagi penyandang disabilitas sesuai...
PDI Perjuangan Jatim Wajibkan Setiap PAC Punya Medsos Jelang Pemilu 2029
DPD PDI Perjuangan Jatim mewajibkan setiap PAC memiliki akun Instagram, Facebook, dan TikTok untuk memperkua...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!