Mendes Kukuhkan 200 Pemuda Bangun Desa, Dikirim Belajar ke Jepang
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa di Kantor Kemendes Kalibata, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026. Pengukuhan ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa menjelang Indonesia Emas 2045.
Tujuan pengukuhan dan peserta
Peserta berasal dari desa-desa di 15 provinsi dengan latar kompetensi beragam. Program ini bertujuan memberi pengalaman dan keahlian teknis yang bisa diterapkan di desa masing-masing. Setelah pengukuhan, para pemuda itu akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti pembelajaran lapangan.
Pemuda ini berasal dari desa-desa, dari keluarga desa di 15 provinsi dari berbagai kompeten, ini adalah yang pertama. Kita akan berangkatkan ke Jepang, di sana mereka akan mempelajari ilmu pengetahuan, dan menjadikan pengalaman dibawa ke desa,
Rencana pembelajaran di luar negeri
Rangkaian pembelajaran di Jepang diarancang untuk memberikan pengetahuan praktis di bidang pertanian, energi, pengelolaan air, dan pariwisata desa. Peserta akan melihat langsung model usaha desa ekspor dan desa wisata yang sudah maju, lalu menyesuaikannya dengan kondisi lokal saat kembali.
Harapan pemerintah dan target program
Mendes berharap para peserta dapat menularkan ilmu dan menciptakan lapangan kerja di desa setelah kembali. Program ini juga disebut sejalan dengan Asta Cita ke-6 untuk pemerataan ekonomi melalui pembangunan dari desa.
Langkah baik, langkah kongkrit, atas harapan Bapak Presiden, kami terus untuk menyelesaikan asas kita tentang kompetisi. Membangun desa dan membangun ekonomi desa, sekaligus pemerintah desa, kami bersyukur,
Dukungan pendanaan dan kesejahteraan peserta
Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, hadir pada pengukuhan. Ia menjelaskan peserta mendapat beasiswa dan tunjangan selama program.
200 Pemuda Bangun Desa diberangkatkan dengan beasiswa 300 juta, mereka mendapatkan penghasilan gaji, 17 juta ya, kira-kira. Tempat tinggal di sana, tempat yang layak, tempat yang ilmu dan bermanfaat, mereka diterbangkan ke Jepang,
Skala dan prospek program
Ini merupakan gelombang awal dengan 200 peserta. Pemerintah menargetkan total 45.000 peserta akan mengikuti Program Pemuda Bangun Desa dalam tahap selanjutnya. Skala program ditujukan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan percepatan ekonomi di level desa.
Dengan penguatan kompetensi melalui pembelajaran internasional, pemerintah berharap desa dapat tumbuh menjadi pusat produksi, pariwisata, dan inovasi yang menyumbang pemerataan ekonomi nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...
Sejarah Lahirnya MPR RI: Dari KNIP hingga Perubahan Pasca-Reformasi
MPR bermula dari KNIP 1945; HUT diperingati 29 Agustus. Peran lembaga berubah setelah amendemen UUD 1945 pas...
BNPB Pastikan Kebutuhan Pengungsi Gempa Flores Tercukupi
BNPB pastikan kebutuhan pengungsi gempa magnitudo 7,7 di Manggarai terpenuhi; tenda, logistik, dapur umum, d...