Kemkomdigi Tekankan Transformasi Digital Menyeluruh demi Akses Internet
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan pembangunan digital harus dilakukan secara menyeluruh untuk mempercepat pemerataan akses internet dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan pada acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Pentingnya transformasi digital 360 derajat
Edwin menjelaskan bahwa fokus pemerintah bergeser dari sekadar memperluas cakupan jaringan menjadi memastikan konektivitas masyarakat benar-benar terwujud. Menurutnya, infrastruktur saja tidak cukup; ekosistem digital harus tumbuh agar layanan digital memberi nilai tambah bagi pengguna.
"Fondasinya harus terhubung, ekosistemnya harus mampu tumbuh, dan setiap lapisannya harus tetap terjaga agar digitalisasi berlangsung aman dan terpercaya,"
Pernyataan ini menegaskan pendekatan menyeluruh atau 360 derajat yang mencakup aspek teknis sekaligus layanan dan keamanan.
Capaian konektivitas saat ini
Pemerintah melaporkan beberapa capaian konektivitas yang menjadi dasar strategi tersebut. Edwin menyebut lebih dari 80 persen penduduk Indonesia kini telah terkoneksi internet. Dari sisi jaringan, cakupan 4G tercatat mencapai lebih dari 98 persen.
Strategi pemerataan: spektrum, 5G, dan serat optik
Untuk meningkatkan kecepatan dan jangkauan, Kemkomdigi menyiapkan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga terjangkau bagi 10,8 juta rumah tangga melalui pemanfaatan spektrum 1,4 GHz. Selain itu, perluasan layanan 5G terus didorong menggunakan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Upaya pemerataan juga melibatkan pengembangan infrastruktur kabel. Konektivitas serat optik diperluas ke lebih dari 500.000 fasilitas publik untuk memperluas akses layanan digital di sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi.
Pemetaan kebutuhan layanan publik
Edwin menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya memetakan lokasi jaringan, tetapi juga fokus pada kebutuhan layanan publik yang kritis. Langkah ini bertujuan memastikan kelompok dan wilayah yang belum mendapatkan akses mendapat perhatian khusus.
"Yang kami petakan bukan hanya lokasi jaringan. Kami memetakan sekolah yang membutuhkan konektivitas, fasilitas kesehatan yang harus melayani masyarakat, pusat ekonomi yang harus berkembang, dan wilayah yang belum memperoleh kesempatan yang sama menuju masa depan digital," ucap Edwin.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap digitalisasi berjalan aman, terpercaya, dan memberi efek ekonomi yang merata. Ke depan, implementasi spektrum, pengembangan 5G, dan perluasan serat optik akan menjadi fokus untuk mewujudkan konektivitas yang inklusif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menkes Prihatin Hujatan terhadap Pasien BPJS, Serukan Empati
Menkes Budi Gunadi prihatin atas hujatan terhadap pasien BPJS Yurizal; ia menyerukan empati dan profesionali...
Keanekaragaman Hayati Jadi Kekayaan Utama Indonesia
Riki Frindos sebut keanekaragaman hayati sebagai 'tambang emas' yang sering diabaikan; Menteri Jumhur: hilan...
Martha Christina Tiahahu: Srikandi Remaja Perang Pattimura
Martha Christina Tiahahu, pahlawan muda Maluku, berjuang dalam Perang Pattimura 1817 dan dikenang sebagai si...
ESDM Tambah PNBP Rp20,98 Miliar dari Lelang Batubara
ESDM menambah PNBP Rp20,98 miliar dari lelang batubara hasil penegakan hukum; pemenang wajib selesaikan peng...
Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Data Dapodik
Kemendikdasmen menelusuri dugaan penyalahgunaan data Dapodik yang viral, melakukan verifikasi menyeluruh dan...
Pendanaan Startup Indonesia Turun 49% pada 2025, Capaian Hanya USD 355 Juta
Kemenperin catat pendanaan startup Indonesia turun 49% pada 2025 menjadi USD 355 juta; pemerintah dorong per...