Nasional

Bapanas Gelontorkan 1,5 Juta kg Beras untuk Menekan Harga di Alor

Bagikan:

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan dan keterjangkauan beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, setelah memerintahkan Perum Bulog menyalurkan cadangan beras dan bantuan pangan pada Juli 2026. Hingga akhir Juli 2026, pemerintah telah mengirim sekitar 1,5 juta kilogram Cadangan Beras Pemerintah untuk masyarakat Alor guna menekan harga yang melonjak.

Perintah langsung ke Bulog dan instruksi pembangunan gudang

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memerintahkan Bulog mempercepat distribusi beras setelah menerima aspirasi dari mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor tentang tingginya harga beras. Amran meminta agar pengiriman dilakukan segera dan infrastruktur logistik dibenahi bila perlu.

"Oke, harga beras di sana cukup tinggi, kirim beras di sana dulu. Oke, hari ini ya. Kalau tidak ada gudang, bangun gudang di sana. Kemudian hari ini kirim beras di sana. Insya Allah harganya cuma Rp12.500 ya,"

"Merata sampai daerah seluruh pulau. Nanti, aku pantau,"

Rincian penyaluran dan saluran distribusi

Bapanas mencatat realisasi penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Kabupaten Alor selama Maret–Juli 2026 mencapai 764.070 kilogram. Selain itu, bantuan pangan beras tahap pertama yang disalurkan mencapai 746.000 kilogram, sehingga total cadangan yang digelontorkan mencapai sekitar 1,5 juta kilogram.

Penyaluran dilakukan melalui beberapa saluran, antara lain:

  • Rumah Pangan Kita
  • Pengecer pasar rakyat
  • Gerakan Pangan Murah

Alokasi Juli–September dan target penerima

Untuk periode Juli hingga September 2026, pemerintah mengalokasikan bantuan pangan bagi 37.338 penerima di Kabupaten Alor. Program ini diharapkan semakin memperkuat stabilitas pasokan dan menurunkan harga di wilayah kepulauan yang selama ini rentan terhadap fluktuasi.

Penyebab kenaikan harga dan dampaknya

Mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, menyampaikan bahwa harga beras di daerahnya sempat naik tajam mencapai Rp25.000–Rp30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan produksi lokal dan tingginya biaya distribusi antarpulau, sehingga kebutuhan masyarakat menjadi kurang terjangkau.

Upaya selanjutnya dan pemantauan

Instruksi Bapanas meliputi percepatan pengiriman stok, pemantauan distribusi hingga pulau-pulau kecil, dan pembangunan gudang bila diperlukan. Langkah ini bertujuan memastikan harga eceran sesuai ketentuan pemerintah dan mencegah kelangkaan saat logistik terganggu.

Dengan realokasi dan penambahan pasokan, pemerintah berharap tekanan harga mereda dan akses pangan di Alor menjadi lebih merata dalam beberapa minggu mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait