Lokal

Bobby Nasution Siapkan Pembiayaan Non-APBD untuk Nelayan Nias

Bagikan:
Nelayan dan fasilitas perikanan di Nias Selatan membutuhkan pabrik es dan akses pasar

Gunung Sitoli, 30 Oktober – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyiapkan skema pembiayaan di luar APBD untuk membangun infrastruktur penunjang nelayan di Kabupaten Nias Selatan. Rencana ini melibatkan swasta dan perbankan karena ada penyesuaian anggaran provinsi dan usulan tambahan Dinas Kelautan dan Perikanan mencapai Rp229 miliar.

Skema pembiayaan dan peran swasta

Pemprov Sumut mengusulkan alternatif pembiayaan lewat kerja sama dengan pihak swasta serta kredit perbankan yang disubsidi bunganya oleh pemerintah. Tujuannya agar pembangunan fasilitas perikanan dapat berjalan profesional tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.

Kalau anggaran kita disesuaikan, harus ada ide kreatif. Jangan kalau uangnya dipotong, berarti kerjanya dipotong. Kita dorong pembangunan fasilitas bisa bekerja sama dengan pihak swasta

Misalnya pembuatan pabrik es, tidak semuanya harus pakai APBD. Bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta atau dikelola kelompok nelayan. Yang ditanggung pemerintah mungkin bunganya, sehingga usaha pabrik es betul-betul berjalan secara optimal

Kebutuhan infrastruktur yang mendesak

Gubernur meminta Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Pemkab Nias Selatan mendata kebutuhan dasar nelayan secara rinci. Prioritas adalah penanganan di kawasan kepulauan seperti Pulau Telo.

  • Alat tangkap dan perahu yang layak
  • Penyediaan air bersih dan listrik
  • Pabrik es dan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan
  • Tempat pelelangan ikan dan akses pasar

Dampak program dan kebutuhan program penyangga

Bobby menekankan bahwa program fisik perlu didukung program penyangga agar manfaat berkelanjutan. Ia mencontohkan program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Presiden di Telukdalam dan Pulau Telo.

Pembangunan satu program tidak bisa berdiri sendiri tanpa program penyangga. Cita-cita Bapak Presiden bukan hanya membangun fisiknya, tetapi nelayan benar-benar mendapatkan manfaatnya secara berkesinambungan

Potensi Nias Selatan dan kendala saat ini

Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia memaparkan potensi kelautan yang besar. Wilayah ini memiliki tangkapan ikan, rumput laut, kerang, serta ratusan ribu bibit lobster. Ada pula 53 titik ombak yang potensial untuk pariwisata.

Namun potensi belum tergarap optimal karena keterbatasan fasilitas dan akses pasar. Di wilayah Teluk, dari 7.116 nelayan, banyak yang masih melaut menggunakan sampan dayung. Sebagai bukti kendala pasar, sekitar 60 ton rumput laut tidak dipanen bulan lalu karena tidak ada pembeli.

Langkah berikutnya

Bobby menyambut baik undangan warga agar ia hadir langsung di Pulau Telo. Namun ia meminta program dan data bantuan dimatangkan dulu agar kunjungan membawa solusi nyata bukan sekadar janji.

Saya ke sana programnya harus jelas dulu. Supaya pas saya datang, kita tidak hanya bawa janji, tapi membawa program dan solusi nyata untuk nelayan

Rencana pembiayaan non-APBD ini membuka peluang kolaborasi pemerintah, swasta, dan kelompok nelayan. Kesuksesan skema akan bergantung pada data kebutuhan yang akurat dan kesiapan pengelolaan fasilitas secara profesional.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait