Lokal

Pemko Medan Bersihkan Parit Tersumbat di Jalan Taduan

Bagikan:
Pembersihan parit di Jalan Taduan Medan Tembung oleh petugas Pemko Medan

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Waas mengerahkan jajaran Pemko Medan bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, pada Sabtu (8/8). Kegiatan dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mencegah genangan saat hujan, dengan kombinasi kerja manual dan penggunaan alat berat.

Pengerukan gabungan: manual dan alat berat

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Khairul Azmi, menyatakan banyak bagian parit dipenuhi sedimen tebal sehingga aliran air tersumbat dan berpotensi menimbulkan genangan. Untuk mempercepat pembersihan, Pemko menurunkan satu unit alat berat dan beberapa truk untuk mengangkut material hasil pengerukan.

"Memang kita lihat di kenyataan lapangan, banyak parit yang tersumbat, juga banyak sedimen yang sudah tebal. Nah, ini mengakibatkan terjadinya kadang banjir, air tergenang,"

Langkah teknis sebelum penataan permanen

Menurut Khairul, pengerukan saat ini adalah tahap awal sebelum penataan drainase permanen. Pemko merencanakan pemasangan U-ditch di lokasi dan menargetkannya pada program tahun 2027. Pekerjaan awal akan difokuskan di sisi kiri jalan agar mobilitas warga tetap terjaga.

"Ke depan kita rencanakan pemasangan U-ditch. Targetnya tahun 2027. Pengerjaannya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total,"

Setelah pengerukan, petugas akan mengukur elevasi, kemiringan, dan titik belokan saluran secara presisi. Targetnya, aliran drainase dapat terhubung hingga ke Sei Kera sehingga sirkulasi air lebih lancar.

Dukungan warga dan pentingnya kerja berkesinambungan

Camatan Medan Tembung melaporkan dukungan penuh warga terhadap kegiatan pembersihan. Khairul menegaskan, meski alat berat penting, kerja manual tetap diperlukan karena kondisi teknis di beberapa titik tidak memungkinkan dijangkau mesin.

"Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual,"

Program pembersihan akan dilanjutkan hingga tuntas dan kemungkinan diperluas ke kecamatan lain agar permasalahan drainase di Kota Medan dapat ditangani secara menyeluruh.

Imbauan kepada warga

Khairul mengajak masyarakat menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke parit atau menutup saluran untuk kepentingan pribadi. Ia mengingatkan bahwa penutupan parit di depan rumah tanpa memperhatikan aliran dapat menyebabkan penyumbatan dan mengganggu warga lain.

"Kita harus ada kebersamaan. Jangan mementingkan egois pribadi masing-masing, menutup paritnya di depan rumahnya sehingga menyumbat arus aliran air ke tempat yang lain,"

Pemko Medan menegaskan pembersihan ini bukan kegiatan satu hari, melainkan rangkaian program berkelanjutan untuk memperbaiki sistem drainase kota dan mengurangi risiko banjir.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait