Tafoo’lo Nehe Minta Diundang ke Istana: Warisan Lompat Batu Nias
NIAS SELATAN — Mantan pelompat batu Tafoo’lo Nehe mengajukan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk diundang mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta pada 17 Agustus 2026. Permintaan itu disampaikannya saat kunjungan budaya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Kamis 6 Agustus 2026.
Permintaan ke Presiden
Tafoo’lo, yang dikenal sebagai sosok pelompat batu ikonik dari Nias, berharap dapat ikut pada upacara kemerdekaan sebagai bentuk penghargaan atas warisan budaya yang ia wakili. Pernyataan itu muncul ketika ia berbicara dengan awak media setempat.
"Saya bernama Tafoo’lo Nehe, dari penduduk Desa Bawomataluo. Perkenalkan saya dari Nias Selatan, saya mantan pelompat batu yang di mata uang seribu,"
"Dan saya mohon kepada Bapak Prabowo, saya ikut upacara tanggal 17 di Istana Merdeka. Yahoowu,"
Rekor dan jejak di uang kertas
Tafoo’lo menjadi figur yang dicetak pada uang kertas pecahan Rp1.000 emisi 1992 berkat aksinya melompat batu. Ia menyebutkan rekor tertinggi lompatannya mencapai 2,80 meter, prestasi yang menurutnya belum terpecahkan sejak tercatat pada 1989.
"Di sana saya melompat di Gunungsitoli. Tidak ada yang bisa memecahkan rekor saya, 2,80 (meter). Sampai sekarang nggak ada,"
Ia mengungkapkan bahwa saat aksi itu terjadi, usianya sekitar 25 tahun. Pria kelahiran 29 Juli 1969 ini mulai belajar lompat batu pada usia 17 tahun.
Partisipasi di even nasional
Selain Pesta Yahoowu di Gunungsitoli, Tafoo’lo menyebut ia pernah tampil di berbagai even, termasuk kegiatan Visit Indonesia Year 1991 pada era Presiden Soeharto. Ia menyatakan tidak menyangka atraksinya dipilih Bank Indonesia untuk dicetak di uang kertas.
Koleksi dan pelestarian budaya
Saat ini Tafoo’lo merawat baik uang kertas yang memuat gambarnya. Ia mengatakan pernah mendapat tawaran untuk menjualnya, namun menolak dan memilih mempertahankan barang itu sebagai kenangan dan bukti warisan budaya.
Ia juga menaruh harapan agar generasi muda Kepulauan Nias melanjutkan tradisi dan prestasi, baik di bidang akademik maupun keterampilan budaya.
"Harus dilanjutkan (lompat batu), harus dilestarikan,"
Konsekuensi dan konteks
Permohonan Tafoo’lo untuk ikut upacara di Istana Merdeka menempatkan sorotan pada pentingnya pengakuan dan pelestarian tradisi lokal. Seiring peringatan HUT RI, kasus ini mengingatkan publik tentang bagaimana tokoh budaya daerah dapat menjadi simbol nasional jika diberi ruang pengakuan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...