15 dari 17 Paket Pengadaan Simeulue Dieksekusi lewat e-katalog
Pemerintah Kabupaten Simeulue telah mulai mengeksekusi 15 dari 17 paket pengadaan barang dan jasa yang berjalan melalui e-katalog. Informasi itu disampaikan Kepala Bagian UKPBJ Kabupaten Simeulue, Tamsil Amin, Jumat (7/8). Dua paket lain masih tertahan karena dokumen masih dalam proses evaluasi perbaikan.
Perkembangan paket pengadaan
Tamsil menyatakan sebagian paket bahkan sudah memasuki tahap kontrak. Namun, ia belum menerima data rinci dari setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) soal status kontrak secara keseluruhan.
Untuk saat ini, dari 17 paket yang masuk melalui e-katalog, 15 sudah mulai dilaksanakan. Sementara dua paket belum, karena ada perbaikan dokumen.
Menurut penjelasan, awalnya terdapat 20 paket kegiatan yang direncanakan bersumber dari beberapa pos anggaran, seperti APBK, DAK, dan DOKA. Namun hanya 17 paket yang dilanjutkan ke proses melalui e-katalog.
Alasan beralih ke e-purchasing
Awalnya paket-paket tersebut direncanakan melalui proses tender. Tetapi keterbatasan personel Kelompok Kerja (Pokja) membuat mekanisme diganti. Opsi yang dipilih adalah e-purchasing dengan metode mini kompetisi untuk mempercepat proses pengadaan.
Paket dibatalkan dan pengalihan anggaran
Tiga paket di Dinas Pendidikan batal dilanjutkan. Kegiatan serupa sudah tertampung dalam program revitalisasi sekolah yang dibiayai APBN, sehingga tidak perlu digandakan.
Karena tiga kegiatan tersebut sudah dilaksanakan APBN, jadi anggarannya digeser ke APBK Perubahan untuk sekolah yang belum mendapatkan revitalisasi.
Sahirman, Kepala Dinas Pendidikan Simeulue, mengonfirmasi bahwa total anggaran kurang dari Rp2 miliar untuk ketiga kegiatan itu akan dipindahkan ke APBK Perubahan 2026. Dana tersebut diarahkan ke sekolah-sekolah yang belum menerima program revitalisasi dari pusat.
Ringkasan angka
- 20 paket awal direncanakan.
- 17 paket dilanjutkan melalui e-katalog.
- 15 paket sudah mulai dilaksanakan dan sebagian sudah berkontrak.
- 2 paket masih dalam evaluasi perbaikan dokumen.
- 3 paket Dinas Pendidikan dibatalkan karena ditangani APBN.
Ke depan, UKPBJ dan SKPK diharapkan mempercepat penyelesaian perbaikan dokumen agar dua paket yang tertunda segera bisa dieksekusi. Pemantauan kontrak dan penyerapan anggaran juga penting untuk memastikan target pelaksanaan kegiatan terpenuhi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dugaan Jual-Beli Proyek Irigasi Mengguncang Aceh Tenggara
Warga Aceh Tenggara minta klarifikasi soal dugaan jual-beli proyek irigasi P3-TGAI yang kini santer beredar,...
Taput Pertahankan Status UHC Prioritas di Tengah Efisiensi Anggaran
Taput mempertahankan status UHC Prioritas agar warga mendapat layanan BPJS cepat, di tengah tekanan efisiens...
Tafoo’lo Nehe Minta Diundang ke Istana: Warisan Lompat Batu Nias
Tafoo’lo Nehe, mantan pelompat batu dari Bawomataluo, minta diundang ke Istana Merdeka untuk upacara 17 Agus...
Ketua DPRD Deli Serdang Audiensi dengan Menteri LH soal Lingkungan
Ketua DPRD Deli Serdang audiensi dengan Menteri LH membahas alih fungsi lahan, pencemaran pabrik, dan penega...
Partai Demokrat dan Pemko Sibolga Tanam Pohon di Kawasan Huntap
DPC Partai Demokrat dan Pemko Sibolga menanam pohon buah dan pelindung di Huntap Jalan Sudirman untuk menduk...
Polres Langkat Ungkap 34 Tersangka Narkotika dan 6 Kasus Kriminal
Kapolres Langkat memaparkan pengungkapan 34 tersangka narkotika dan beberapa kasus kriminal pada konferensi...