Lokal

Kebakaran Warung BBM di Pematangsiantar Hanguskan 2 Rumah, 1 Mobil

Bagikan:
Kebakaran warung BBM yang menghanguskan dua rumah dan satu mobil di Pematangsiantar

Pematangsiantar — Sebuah kebakaran di Jalan Sumber Jaya 1, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, menghanguskan dua rumah dan satu mobil pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 12.15 WIB. Peristiwa diduga dipicu oleh percikan rokok saat seorang pembeli mengisi BBM eceran di warung.

Kronologi kejadian

Kebakaran bermula di warung milik Marga Silaban yang juga berfungsi sebagai tempat penjualan bahan bakar eceran. Menurut keterangan warga, percikan api dari puntung rokok pembeli menyambar BBM yang sedang dituang, lalu memicu kobaran api.

Api kemudian menjalar dan mengenai tabung gas elpiji dagangan di warung, yang akhirnya meledak. Ledakan itu memperbesar amukan api hingga merembet ke rumah tetangga milik Boru Aritonang dan sebuah Toyota Avanza yang sedang diparkir di depan rumah.

Upaya pemadaman

Warga setempat sempat panik dan berupaya menyelamatkan barang berharga serta menjauhkan kendaraan lain dari lokasi. Tidak lama setelah laporan diterima, mobil pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Pemko Pematangsiantar tiba di lokasi.

Pihak Disdamkarmat menurunkan enam unit mobil damkar, dibantu satu unit mobil damkar dari perusahaan PT STTC. Tim pemadam bekerja menahan api agar tidak menjalar ke bangunan lain dan akhirnya berhasil memadamkan api setelah beberapa waktu.

Kerugian dan penyelidikan

Kepala Operasional Disdamkarmat, Remaja Ginting, menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dua unit rumah dan satu unit mobil dilaporkan hangus.

Estimasi kerugian mencapai sekitar Rp700 juta. Setelah proses pemadaman diikuti pendinginan, aparat kepolisian dari Polsek Siantar Martoba dan Polres Pematangsiantar memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi.

Implikasi keselamatan

Peristiwa ini menegaskan potensi bahaya saat menjual atau membeli BBM eceran di lingkungan permukiman. Kebiasaan merokok dekat bahan bakar yang mudah terbakar dapat berakibat fatal.

Langkah cepat petugas pemadam berhasil mencegah kerusakan lebih luas, namun insiden ini membuka kebutuhan pengawasan dan edukasi keselamatan di lokasi penjualan bahan bakar non-formal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait