Komisi VII Usulkan Forum Mediasi Atasi Pembekuan Saldo UMKM Digital
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengusulkan pembentukan forum mediasi untuk menangani pembekuan saldo ratusan penjual UMKM digital. Usulan itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Kementerian UMKM dan PERADI DPC Bekasi Raya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Usulan forum mediasi sebagai langkah awal
Chusnunia, yang akrab disapa Nunik, menilai forum mediasi perlu menjadi langkah awal sebelum DPR mengambil langkah lanjutan. Forum diharapkan memberi ruang dialog antara kementerian, platform digital, dan pihak berkepentingan.
Menurutnya, mediasi menjadi penting untuk memastikan tuntutan korban memiliki dasar kuat. Tanpa dasar itu, perjuangan penyelesaian dapat rapuh.
"Karena ini penting menjadi dasar, ini kan menjadi dasar banget untuk kita bicara pada pihak yang berkepentingan. Kalau kita dasar pijakan kokoh, kita memperjuangkannya juga kokoh. Kalau pijakan kita nggak kuat, ambrol nanti, harus hati-hati,"
Permintaan verifikasi dan klarifikasi hukum
Komisi VII meminta verifikasi identitas lebih dari 500 korban dan rincian bukti kerugian. Nunik menekankan perlunya perhitungan kerugian yang dibuat oleh pihak berkompeten untuk menguatkan langkah DPR.
Dia juga menuntut klarifikasi dari platform digital mengenai dasar hukum dan prosedur pembekuan saldo. Pertanyaan lain yang diajukannya adalah soal penempatan dana selama proses pembekuan.
"Perlu kita klarifikasi kepada pihak yang terkait ini, dasar hukum dan prosedur yang dipakai untuk pembekuan ini apa? Karena kan itu asal-muasal kejadiannya ini dan kitanya juga harus jangan sampai mengabaikan hal tersebut,"
Data kerugian dan kronologi dari Bekasi
Ketua Gekrafs Cabang Kota Bekasi, Siska Yofthie, menyatakan kerugian nasional penjual mencapai sekitar Rp3 triliun. Kerugian itu bersumber dari saldo penjualan yang ditahan platform dengan alasan yang dinilai tidak jelas oleh korban.
Siska menyebut mekanisme yang dikeluhkan korban: begitu saldo terlihat besar, saldo ditahan. Dari total sekitar 500 korban, 300 laporan sudah terkonfirmasi masuk data Gekrafs dan Peradi Bekasi Raya.
"Mekanismenya, menurut para korban, begitu saldo terlihat banyak, saldo ini ditahan. Alasannya pun tidak jelas dan diada-ada,"
Kerugian per individu bervariasi, mulai dari sekitar Rp100 juta, Rp300 juta, hingga lebih dari Rp1 miliar. Khusus Kota Bekasi, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun.
Langkah DPR dan implikasi ke depan
Komisi VII berencana memanggil kementerian terkait, platform digital, dan pihak lain yang berkepentingan untuk memperoleh penjelasan menyeluruh. Pemanggilan itu dimaksudkan untuk mengumpulkan data, bukti, dan dasar hukum pembekuan saldo.
Jika verifikasi dan klarifikasi tidak memadai, DPR mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pembentukan panitia khusus. Penyelesaian sengketa secara nasional juga menjadi dorongan agar kasus tidak hanya terfokus di satu daerah.
Percepatan verifikasi dan keterbukaan platform akan menentukan kelanjutan penyelesaian perkara ini dan kepastian hak pemilik dana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wapres Tinjau SD Inpres 76 Wairklau Pastikan Pendidikan Pascabencana
Wapres Gibran meninjau SD Inpres 76 Wairklau pada 20 Agustus 2026 untuk memastikan pendidikan anak tetap jad...
Kemenhub Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Distribusi via KM Tidar
Kemenhub menggalang bantuan ASN untuk korban gempa NTT (15-22 Agustus 2026) dan kirim lewat KM Tidar ke Flor...
Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak
Polri raih rekor MURI lewat penanaman bawang putih serentak di 279,53 ha, melibatkan 59 Polres di 14 Polda,...
GMF Rampungkan Modernisasi Hercules C-130H A-1319
GMF menyelesaikan modernisasi Hercules C-130H A-1319, memperpanjang masa operasional hingga 20 tahun dan men...
Wapres Gibran Tinjau Gempa NTT, Libatkan Mahasiswa untuk Trauma Healing
Wapres Gibran bertolak ke NTT 20 Agustus 2026 untuk memantau penanganan gempa; mahasiswa dilibatkan dalam tr...
KAI Commuter Imbau Antisipasi Gangguan KRL Pasca Dua Insiden
KAI Commuter minta penumpang antisipasi gangguan KRL usai dua insiden yang menyebabkan keterlambatan pada 20...