Pemerintah Perbarui Buku Pelajaran SD–SMA, Target Rampung Akhir 2026
Pemerintah akan memperbarui buku ajar nasional untuk tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Rencana ini diumumkan menyusul evaluasi langsung Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi buku pelajaran di beberapa sekolah pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Apa dan Mengapa Pembaharuan Dilakukan
Peninjauan menemukan beberapa masalah teknis pada buku, termasuk bahan mudah rusak dan ukuran huruf yang terlalu kecil.
Karena itu, pemerintah memutuskan memperbaiki kualitas fisik buku dan memperbarui isi materi agar lebih relevan dan mudah dibaca siswa.
"Awalnya bapak presiden berkunjung ke sekolah, cek pelajaran satu per satu, ada bahan rusak, tulisan kecil sehingga anak SD bacanya dekat. Atas dasar itu, beliau mau cek dari SD hingga SMA, kemudian dibandingkan dengan negara tetangga,"
Keterangan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan Jakarta.
Langkah Pemerintah dan Target Waktu
Kementerian terkait membentuk tim gabungan untuk merancang ulang buku secara menyeluruh.
Tim melibatkan Kementerian Pendidikan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta lembaga BRIN.
Penyusunan buku baru ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026, dengan harapan implementasi dapat dilakukan serentak di seluruh sekolah.
"Secepatnya, tadinya tahun ajaran ini selesai, tapi tim butuh waktu dan kita harapkan akhir tahun atau paling lambat tahun depan,"
Fokus Materi dan Dampaknya
Pembaruan materi terfokus pada tiga kelompok mata pelajaran strategis.
Prioritas pertama adalah buku yang menumbuhkan nasionalisme dan kebangsaan, lalu matematika, dan ketiga bahasa Inggris.
"Jangan dianggap era jadul karena di Eropa mengurangi gadget dan kembali ke buku fisik. Selain melatih menulis, mengurangi ketergantungan gadget, juga diharapkan tumbuh rasa percaya diri, rajin mencatat sehingga terjadi penajaman terhadap daya ingat,"
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembaruan juga bertujuan mendorong budaya menulis siswa dan mengurangi ketergantungan pada gadget.
Perbandingan Internasional dan Sampel Buku
Pemerintah telah mendatangkan sampel buku ajar dari negara tetangga untuk dijadikan bahan kajian desain dan isi.
- Singapura
- Malaysia
- Brunei
- Thailand
- Vietnam
Sampel tersebut digunakan sebagai perbandingan agar buku ajar Indonesia sejajar dengan praktik terbaik regional.
Prospek Implementasi
Tim yang dibentuk sudah beberapa kali rapat dan sedang merumuskan contoh materi baru, termasuk mata pelajaran bahasa Inggris.
Jika penyusunan selesai sesuai target, siswa SD hingga SMA akan menggunakan buku ajar yang diperbarui mulai tahun ajaran berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamendagri Ajak Aparatur Rayakan HUT ke-81 RI dengan Sportivitas
Wamendagri Akhmad Wiyagus mengajak aparatur memaknai HUT ke-81 RI dengan semangat perjuangan, persatuan, dan...
Fase Baru AI: Wamenkomdigi Sebut AI Kini Bisa Bertindak Sendiri
Wamenkomdigi menyebut AI telah memasuki fase baru: kemampuan untuk mengambil tindakan sendiri, membawa pelua...
Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih; pengisia...
Pemerintah Siapkan Biodiversity Credit untuk Pendanaan Konservasi
Pemerintah menyiapkan skema Biodiversity Credit untuk memperkuat pendanaan konservasi, melibatkan sektor usa...
Menteri: Hilangnya Keanekaragaman Hayati Jadi Risiko Finansial
Menteri LH menyatakan hilangnya keanekaragaman hayati kini menjadi risiko finansial dan mendesak investasi b...
ESDM: HBA Periode Pertama Agustus 2026 Turun jadi USD124,44/ton
ESDM menetapkan HBA periode pertama Agustus 2026 sebesar USD124,44/ton, turun 5,62% dari Juli namun naik 21%...