Lokal

Pematangsiantar Peringkat 4 IKT 2025, Wali Kota Dorong Perda Toleransi

Bagikan:
Wali Kota Pematangsiantar menerima tim peneliti Setara Institute di rumah dinas

Pematangsiantar — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima kunjungan Tim Peneliti Setara Institute di rumah dinas Jalan MH. Sitorus, Kelurahan Teladan, Kamis (9/7). Pertemuan membahas hasil Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 dan langkah daerah memperkuat kebijakan hidup rukun serta perlindungan hak warga.

Pertemuan dan tujuan penelitian

Wesly menyampaikan bahwa Pemko memandang IKT bukan sekadar pemeringkatan, melainkan instrumen evaluasi kebijakan dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, IKT penting untuk menilai sejauh mana ruang sosial inklusif dan bebas diskriminasi tercipta.

Kami berharap hasil penelitian dapat memberikan masukan, rekomendasi dan perspektif yang konstruktif bagi Pemko Pematangsiantar dalam memperkuat kebijakan, program dan strategi pembangunan yang berorientasi pada penguatan toleransi, kerukunan dan perlindungan hak-hak seluruh masyarakat

Peringkat IKT dan rencana Perda

Wesly memaparkan capaian Pematangsiantar pada IKT 2025 yang menempati peringkat empat nasional, naik dari posisi lima pada 2024. Ia menyebut ini sebagai bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan toleransi.

Untuk memperkuat kerangka hukum, Pemko telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyelenggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pematangsiantar.

Harapan kami di tahun ini, dapat mengundangkan Perda itu. Kemudian, kita juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah teknis untuk membuat kegiatan yang mendorong kemajuan toleransi

Peran komunitas dan dukungan FKUB

Wesly menegaskan pencapaian tersebut adalah buah kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta akademisi.

Ketua FKUB sekaligus Ketua MUI Pematangsiantar HM. Ali Lubis memuji kerukunan di kota tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap aktivitas bersama antarumat beragama.

Setelah menjadi Ketua FKUB, saya pernah satu kamar hotel dengan pendeta. Kerukunan antar umat beragama di Pematangsiantar sangat luar biasa

Respon Setara Institute dan tindak lanjut

Tim Peneliti Setara Institute, dipimpin Sayyidatul Insiyah dan didampingi Okki Kawasa, datang khusus untuk beraudiensi dengan Wali Kota. Mereka ingin melihat dampak penelitian, termasuk hubungan IKT dengan pembangunan ekonomi lokal.

Ingin melihat dampak research kami sejauh mana di Pematangsiantar termasuk dalam pembangunan ekonomi. Terimakasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah menerima kami

Kunjungan ditutup dengan tukar cenderamata antara Pemko dan tim Setara. Hadir mendampingi wali kota sejumlah asisten, staf ahli, perwakilan OPD, camat, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Pematangsiantar.

Implikasi dan langkah ke depan

Pematangsiantar berupaya mempertahankan dan meningkatkan peringkat IKT melalui penguatan regulasi dan program inklusif. Jika Ranperda disahkan, diharapkan menjadi payung hukum bagi berbagai inisiatif komunitas dan OPD untuk memperluas ekosistem toleransi yang berdampak pada kesejahteraan publik.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait