Nasional

Pelni Makassar Fasilitasi Pengiriman Bantuan Gratis ke NTT

Bagikan:
Kapal Pelni memuat bantuan kemanusiaan di Pelabuhan Makassar untuk NTT

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Makassar membuka layanan pengiriman logistik gratis untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengumuman itu disampaikan pada 21 Agustus 2026 di Pelabuhan Makassar dan berlaku untuk masyarakat umum, lembaga, organisasi, serta komunitas yang ingin menyalurkan bantuan.

Program pengiriman gratis dan cakupan

Pelni, bekerja sama dengan PT Pelindo dan sejumlah instansi pelabuhan, menyediakan fasilitas pengangkutan barang tanpa biaya bagi pengirim bantuan. Tujuannya mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke berbagai pelabuhan dan daerah terdampak di NTT.

"Pengiriman bantuan logistik yang digratiskan itu terbuka umum. Jadi, lembaga atau siapa saja yang ingin mengirimkan bantuan ke NTT tidak dipungut biaya," kata Ridwan Mandaliko, Kepala Cabang Pelni Makassar.

Posko penerimaan dan prosedur pengiriman

Pelni menyediakan beberapa titik penerimaan untuk memudahkan pengumpulan bantuan. Masyarakat hanya diminta menyerahkan paket bantuan ke posko, lalu pihak Pelni akan mengatur pemuatan ke kapal sesuai jadwal pelayaran.

  • Posko area Pelindo, Pelabuhan Makassar
  • Kantor Cabang Pelni Makassar
  • Posko terpadu di terminal penumpang Pelabuhan Makassar

Setiap paket yang diterima akan diangkut menggunakan jaringan kapal Pelni yang singgah di pelabuhan tujuan atau pelabuhan persinggahan di NTT. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran barang ke lokasi terdampak.

Kapal dan rute distribusi

Sebelumnya, Pelni Group telah memberangkatkan bantuan dari Makassar menggunakan KM Tidar pada 18 Agustus 2026. Kapal tersebut membawa 281 koli bantuan yang berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelni serta dukungan anak perusahaan.

Selain KM Tidar, Pelni menyiapkan armada lain untuk melayani rute NTT. Kapal-kapal tersebut termasuk:

  • KM Bukit Siguntang
  • KM Lambelu
  • KM Tilongkabila
  • KM Wilis
  • KM Awu

Rute pelayaran yang dilayani meliputi Makassar, Bau-Bau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, hingga Kupang. Rangkaian rute ini memungkinkan distribusi ke pulau-pulau dan pelabuhan yang sulit dijangkau melalui darat.

Isi bantuan dan kolaborasi

Bantuan yang dikirimkan mencakup kebutuhan pokok dan darurat seperti makanan, sembako, pakaian, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta perlengkapan sekolah. Pengiriman sebelumnya dari Surabaya juga mengangkut sekitar 200 koli, didominasi sembako dan kebutuhan dasar.

Pelni menegaskan bahwa jalur laut menjadi komponen penting dalam respon bencana karena kapasitas angkut dan jangkauannya. Perusahaan membuka ruang kolaborasi bagi lembaga, perusahaan, dan komunitas untuk memanfaatkan jaringan pelayaran demi mempercepat pemenuhan kebutuhan korban.

Dengan koordinasi antar pemangku kepentingan di pelabuhan, diharapkan aliran bantuan dapat lebih cepat menjangkau wilayah terdampak, sekaligus memperkuat sinergi logistik kemanusiaan di Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait