Politik

PDI Perjuangan Trenggalek Gelar Pelatihan Media Sosial untuk 14 PAC

Bagikan:
Kader muda PDI Perjuangan Trenggalek mengikuti pelatihan media sosial dan digital marketing

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelar pelatihan media sosial dan digital marketing bagi kader muda dari 14 Pengurus Anak Cabang (PAC) pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kanal digital partai, memaksimalkan sosialisasi program, menyerap aspirasi masyarakat, dan mendukung promosi UMKM lokal.

Peserta dan bentuk pelatihan

Pelatihan dihadiri kader muda yang ditunjuk menjadi pengelola akun resmi PAC di masing-masing kecamatan. Materi mencakup pembuatan konten, strategi digital marketing untuk UMKM, serta pengelolaan platform resmi partai. Kegiatan berlangsung di kantor DPC dengan narasumber dari pegiat website internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Target kanal digital partai

Pengurus DPC menekankan setiap PAC wajib memiliki akun resmi sebagai saluran komunikasi politik dan publik. Akun itu diharapkan menjadi ruang sosialisasi program partai sekaligus sarana menyerap aspirasi dari masyarakat akar rumput hingga generasi muda.

  • Platform yang difokuskan: TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, X (Twitter)

Sikap partai terhadap media sosial

Sekretaris DPC, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa media sosial bukan semata-mata membawa dampak negatif jika dikelola dengan benar. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang selaras dengan kaidah partai agar pesan yang disampaikan efektif dan aman.

"Maka dari itu, PAC harus punya akun media sosial. Nantinya, melalui akun ini menjadi media untuk sosialisasi program. Termasuk di antaranya menampung aspirasi dari kalangan bawah hingga generasi muda,"

— Doding Rahmadi, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek

Tantangan: konten yang relevan dan menarik

Doding mengatakan tantangan utama bukan sekadar keberadaan akun, melainkan kemampuan menghasilkan konten yang relevan dan menarik. Pengguna media sosial semakin selektif; konten yang kurang menarik cenderung diabaikan, sehingga kreativitas kader menjadi penentu keberhasilan komunikasi politik.

"Media sosial cukup ampuh untuk mendekatkan dengan masyarakat. Tetapi syaratnya harus melalui rel-rel yang telah ditentukan... Harus sesuai dengan kaidah-kaidah partai dan tentunya menarik,"

— Doding Rahmadi

Website resmi dan langkah lanjutan

Selain penguatan akun media sosial, DPC meminta setiap PAC memaksimalkan penggunaan website resmi partai untuk mempublikasikan kegiatan penting. Pendekatan ini dimaksudkan agar partai lebih adaptif terhadap perubahan teknologi informasi yang cepat.

Melalui pelatihan ini, DPC berharap kader muda tidak hanya piawai memproduksi konten digital untuk memperkuat kehadiran partai, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang komunikasi politik yang dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait