Politik

Puti Guntur Tegaskan Loyalitas dalam Pelantikan PAC PDIP Sidoarjo

Bagikan:
Suasana pelantikan PAC PDIP Sidoarjo dengan peserta berdiri dan prosesi lagu Bung Karno

Sidoarjo — Ketua Bidang Pendidikan DPP PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno, menegaskan pentingnya loyalitas kader saat pelantikan pengurus PAC PDIP se-Kabupaten Sidoarjo di Fave Hotel, Senin (18/5/2026). Ia meminta ratusan pengurus masa bakti 2026–2031 tidak berubah pilihan politik untuk menjawab tantangan menjelang 2029.

Peringatan soal loyalitas dan disiplin partai

Puti menekankan bahwa loyalitas bukan sekadar sikap simbolis, melainkan persiapan menghadapi ujian politik ke depan. Ia mengingatkan seluruh kader untuk mematuhi AD/ART partai dan menghormati simbol partai serta negara.

"Hari ini yang kita butuhkan adalah loyalitas kita terhadap PDI Perjuangan. Enggak boleh mencla-mencle. Karena kalau kita tidak punya loyalitas, nanti akan diuji loyalitas kita pada saat 2029."

Menurutnya, kedisiplinan tampak dari penghormatan kepada panji partai dan bendera merah putih, termasuk kesiapan berdiri lama saat upacara sebagai bentuk kesetiaan.

Lagu "Bung Karno Bapak Marhaenisme" dan nilai sejarah

Dalam prosesi pelantikan, peserta menyanyikan "Bung Karno Bapak Marhaenisme", sebuah langkah yang mendapat sorotan Puti. Ia menyebut lagu itu memiliki makna historis terkait akar perjuangan partai yang bersumber dari PNI serta ajaran marhaenisme Bung Karno.

"Jadi memang itu adalah perintah dan instruksi langsung dari Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri. Jadi kalau kita berdiri berjam-jam... itu adalah bagian dari disiplin kita, loyalitas kita kepada PDI Perjuangan."

Puti menegaskan pula bahwa ideologi partai berakar pada Pancasila yang dipopulerkan Bung Karno, serta nilai-nilai perjuangan rakyat yang melekat dalam sejarah panjang organisasi.

Komposisi pengurus dan kegiatan pendukung

Pelantikan melibatkan 198 kader yang terbagi dalam 18 pengurus tingkat kecamatan. Ketua DPC PDIP Sidoarjo, Hari Yulianto, melaporkan komposisi itu mencatat 83 kader perempuan (42 persen) dan 75 kader berusia di bawah 35 tahun (38 persen).

Acara dimeriahkan pertunjukan kesenian tradisional yang dipadukan dengan musik elektronik (EDM). Selain itu, DPC menyerahkan bibit tanaman sukun kepada setiap PAC untuk ditanam di lingkungan masing-masing sebagai upaya menambah bahan pangan pendamping beras.

Impak dan pesan penutup

Puti meminta agar kehadiran kader bukan sekadar formalitas. Ia mengingatkan bahwa mesin partai harus beroperasi solid, bergotong-royong, dan loyal untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat akar rumput.

Pelantikan ini menjadi momentum memperteguh disiplin internal dan menguatkan basis kader menjelang agenda politik nasional berikutnya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!