914 Jamaah Haji Blitar Dilepas Bupati Rijanto, Diminta Jaga Kesehatan
BLITAR — Bupati Blitar Rijanto melepas keberangkatan 914 jamaah haji Kabupaten Blitar menuju Tanah Suci pada Selasa, 19 Mei 2026, pagi di halaman Kantor Bupati. Pelepasan berlangsung haru dan diwarnai pesan agar jamaah menjaga kesehatan dan disiplin selama menunaikan ibadah.
Pelepasan dan pesan Bupati
Prosesi pelepasan dihadiri Wakil Bupati Beky Herdihansah, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Dalam sambutannya, Rijanto menekankan bahwa haji adalah perjalanan lahir dan batin yang memerlukan kesiapan fisik dan mental.
“Perjalanan haji ini membutuhkan kondisi fisik yang prima. Karena itu saya berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan, menjaga pola makan, dan mengikuti arahan petugas pendamping selama di Tanah Suci,”
Rijanto mengingatkan tantangan musim dan padatnya rangkaian ibadah di Arab Saudi. Ia meminta jamaah tetap disiplin menjaga kondisi tubuh dan saling membantu antarjamaah.
Rincian kloter dan data jamaah
Keberangkatan tahun ini terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Pembagian kloter dan jumlah jamaah sebagai berikut:
- Kloter 106: 114 jamaah
- Kloter 107: 375 jamaah
- Kloter 108: 376 jamaah
- Kloter 109: 49 jamaah
Jamaah tertua berusia 90 tahun, sedangkan jamaah termuda berumur 18 tahun. Selain rombongan jamaah, Sekretaris Daerah Khusna Lindarti turut berangkat bersama kloter pagi. Dua pejabat eselon II lainnya, Bambang Dwi Purwanto dan Toha Mashuri, berangkat pada kloter sebelumnya.
Suasana pelepasan dan harapan
Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Bupati saat bus rombongan bergerak menuju embarkasi. Sejumlah keluarga melambaikan tangan dan memanjatkan doa diiringi harapan agar perjalanan spiritual berjalan lancar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar dan seluruh masyarakat, kami mendoakan bapak ibu menjadi haji yang mabrur dan pulang ke rumah dalam keadaan sehat serta membawa keberkahan bagi keluarga maupun daerah,”
Rijanto juga mendorong jamaah untuk berkoordinasi dengan petugas jika menemui kendala. Ia menilai kebersamaan dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar seluruh proses ibadah berjalan aman dan tertib.
Imbas dan tindak lanjut
Pelepasan ini menandai dimulainya ibadah haji untuk jamaah asal Kabupaten Blitar tahun 2026. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi jamaah melalui petugas pendamping dan berkoordinasi dengan otoritas embarkasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran pelaksanaan ibadah.
Pemerintah daerah juga menghimbau keluarga untuk tetap berkomunikasi dan mendukung jamaah selama menunaikan rukun Islam kelima.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Sosial ke 2.000 Pekerja dan UMKM
PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket kepada 2.000 pekerja informal dan pelaku UMKM di Banyuwangi pada 19-...
Prabowo–Megawati Dijadwalkan Bertemu Lagi pada 17 Oktober 2026
Pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati direncanakan 17 Oktober 2026 setelah pertemuan singkat di kediaman M...
DPRD Minta Timsel Independen dalam Seleksi Direksi 5 BUMD Surabaya
DPRD Surabaya minta Timsel independen agar seleksi direksi lima BUMD bebas tekanan politik; pendaftaran dipe...
Raperda APBD 2027 Bondowoso: DPRD Pertanyakan Utang Rp45 Miliar
Wakil Ketua DPRD Bondowoso minta penjelasan rencana utang Rp45 miliar dalam Raperda APBD 2027, termasuk tuju...
PDI-P Minta Penjelasan Urgensi Audit Forensik BPKH
Wakil Ketua Komisi VIII minta Kemenag jelaskan dasar urgensi audit forensik BPKH agar pengawasan berbasis fa...