Lokal

Pelacakan TBC lewat Cek Kesehatan Gratis di Lampeneurut

Bagikan:
Pemeriksaan kesehatan gratis dan pelacakan TBC di Gampong Lampeneurut Ujong Blang

Kota Jantho — Wakil Ketua I TP-PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag, bersama Puskesmas Darul Imarah melaksanakan pelacakan Tuberkulosis (TBC) dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan digelar Rabu (13/8) di Gampong Lampeneurut Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, untuk menekan penularan TBC yang masih tercatat di wilayah ini.

Kegiatan dan jumlah peserta

Inisiatif ini diselenggarakan oleh Pokja IV TP-PKK Kabupaten Aceh Besar dengan dukungan Puskesmas Darul Imarah. Sebanyak 100 warga lansia dan dewasa mengikuti layanan kesehatan gratis pada hari pelaksanaan.

Pelacakan difokuskan pada Gampong Lampeneurut Ujong Blang karena data menunjukkan temuan gejala TBC setiap tahun.

Layanan kesehatan yang diberikan

Puskesmas Darul Imarah menyediakan beberapa pemeriksaan dasar dan penapisan untuk mendeteksi risiko penyakit kronis, termasuk TBC. Layanan yang diberikan antara lain:

  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran lingkar pinggang
  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Pemeriksaan kadar gula darah
  • Screening (penapisan) TBC

Imbauan pencegahan dari TP-PKK

Hj. Nurul Fazli mengajak warga memanfaatkan fasilitas ini sebagai langkah pencegahan dini. Ia menekankan pentingnya deteksi awal untuk mempermudah penanganan penyakit.

“Kami mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Lampeneurut Ujong Blang, untuk menyempatkan diri melakukan cek kesehatan. Jangan menunggu sampai sakit, karena mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Penyakit yang terdeteksi lebih awal akan jauh lebih mudah untuk ditangani.”

Peran puskesmas dan masyarakat

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Besar, Ns. Rina Kamila, S.Kep M.Kep, menegaskan bahwa upaya menekan kasus TBC membutuhkan kolaborasi antar lembaga dan kesadaran warga.

“Puskesmas dan Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan angka TBC. Diperlukan sinergi yang kuat, terutama kesadaran dan kerelaan Bapak/Ibu sekalian untuk mau diperiksa apakah ada gejala TBC atau tidak.”

Rina menambahkan bahwa pemilihan lokasi pelacakan didasarkan pada catatan kasus, sehingga fokus ditempatkan pada gampong dengan temuan gejala berulang.

Harapan dan tindak lanjut

Dengan adanya deteksi dini melalui program CKG, penyelenggara berharap rantai penularan TBC dapat segera diputus dan angka kasus menurun. Langkah ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait