PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Donor Darah Rutin Setiap Juni dan Agustus
Tulungagung — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan pelaksanaan bakti sosial donor darah secara rutin setiap bulan Juni dan Agustus. Kegiatan itu digelar berkaitan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Keterangan itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, usai mengikuti upacara peringatan Harlah Pancasila di Plosokandang pada Senin, 1 Juni 2026. Menurutnya, donor darah menjadi wujud nyata praktik Pancasila dan semangat gotong royong dalam masyarakat.
Rutinitas donor darah: kapan dan mengapa
Aktivitas donor darah dilaksanakan setiap Juni dan Agustus sebagai bagian dari agenda partai. Pelaksanaannya bertujuan untuk menjaga ketersediaan darah di wilayah setempat sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
"Kita rutin melaksanakan bakti sosial donor darah setiap bulan Juni dan Agustus,"
Erma menyatakan kegiatan ini bukan sekadar program simbolis, tetapi upaya konkret untuk menumbuhkan kepedulian dan solidaritas antarkader serta warga.
Makna Pancasila dan Trisakti dalam aksi nyata
Erma menekankan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut dia, nilai itu mesti tercermin dalam tindakan sehari-hari para kader.
"Ini menunjukkan bahwa Pancasila ada di jiwa seluruh kader PDI Perjuangan yang dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa,"
Partisipasi kader dan orientasi kebijakan
Antusiasme kader terus meningkat dari tahun ke tahun, kata Erma. Peningkatan partisipasi itu terlihat dari jumlah pendonor dan keterlibatan pengurus pada setiap penyelenggaraan.
Selain mengajak kader aktif dalam aksi kemanusiaan, Erma — yang juga anggota DPRD Jawa Timur — menegaskan orientasi pemikiran dan kebijakan partai harus berlandaskan Pancasila dan Trisakti Bung Karno. Ia menyebutkan bahwa arah kebijakan publik, termasuk perencanaan pembangunan dan alokasi anggaran, perlu mengikuti pijakan ideologi tersebut.
"Arah kebijakan yang dikeluarkan, baik pembangunan, APBD, maupun kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat harus selalu berdasar pada Pancasila dan Trisakti Bung Karno,"
Implikasi dan langkah ke depan
Program donor darah rutin memberi kontribusi praktis pada ketersediaan stok darah daerah dan memperkuat citra partai sebagai pelaku sosial. Jika program ini terus berlanjut, diharapkan jumlah pendonor dan cakupan kegiatan akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang diusung.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...