PDI Jatim Gelar RedTalks di Malang, Ajak Anak Muda Bincang Masa Depan
SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar forum RedTalks untuk mendengarkan aspirasi anak muda terkait masa depan Indonesia. Forum kedua ini berlangsung Sabtu, 25 Juli 2026, di Malang Creative Center. Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, mengatakan generasi muda kini hidup dalam dua dunia, yakni nyata dan digital, sehingga pendekatan dialogis menjadi penting.
Dialog untuk memahami pengalaman generasi muda
Said mengatakan akses digital memberi anak muda jangkauan pengalaman yang lebih luas dan perbandingan kondisi antarwilayah. Kondisi itu membuat sikap kritis mereka berkembang, sehingga komunikasi politik perlu bersifat dialogis dan mendengar.
Atas dasar itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dalam dua tahun terakhir menghelat forum RedTalks. RedTalks kami kemas sebagai cara kami mendengar suara anak muda. Bagi kami, suara anak muda adalah suara idealisme, mereka belum terikat dengan berbagai kepentingan.
RedTalks theme kali ini bertajuk Indonesia Punya Kita, yang menegaskan kepemilikan bersama atas masa depan negara, bukan hanya milik elit politik atau ekonomi.
Siapa yang tampil sebagai pembicara
Panitia menghadirkan tokoh muda dari akademisi, komika, hingga aktivis mahasiswa untuk memantik diskusi. Para narasumber diharapkan mewakili berbagai perspektif anak muda di Malang Raya.
- Dr. Selvi Asna Prestianawati — Dosen FEB Universitas Brawijaya
- Dr. Suko Widodo — Dosen FISIP Universitas Airlangga
- Abdel Achrian (Cing Abdel) — Komika
- Dewangga — Komika
- Kafitan Aidil Fitra Sukirman — BEM Universitas Brawijaya
- Aryo Bimo Soebagio — Wakil Koordinator BEM se-Malang Raya
- Mochamad Ali Firdaus — Pengurus Cabang GMNI Kota Malang
- Benny Miftahul Arifin — Ketua Cabang PMII Kota Malang
Said menjelaskan topik diskusi akan meliputi pendidikan, kebebasan akademik, masa depan ekonomi, ruang kreatif, dan keresahan generasi muda saat ini.
Bagaimana masyarakat bisa mengikuti
RedTalks akan disiarkan secara live streaming agar publik yang tidak hadir tetap dapat menyimak dan berpartisipasi. Siaran langsung dapat diakses melalui tautan resmi media partner.
Panitia membuka kesempatan bagi penonton online untuk menyampaikan aspirasi, pertanyaan, dan sanggahan secara langsung selama sesi dialog berlangsung.
Kenapa ini penting
Forum semacam RedTalks penting untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antar-generasi dan memberi ruang bagi gagasan baru. Dengan menghadirkan suara mahasiswa, aktivis, dan seniman muda, penyelenggara berharap kebijakan dan wacana publik lebih responsif terhadap kebutuhan anak muda.
RedTalks di tahun kedua ini, akan kami gelar Hari Sabtu 25 Juli 2026 bertempat di Malang Creative Center. Dialog akan membincangkan tentang Indonesia Punya Kita, bukan hanya milik segelintir elit politik maupun ekonomi.
Pelaksana berharap diskusi ini mendorong partisipasi politik anak muda yang konstruktif dan ide-ide nyata untuk masa depan Indonesia.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Kediri Dukung Koperasi dan Dorong UMKM Masuk Marketplace
Bupati Kediri dukung koperasi dan dorong UMKM memanfaatkan marketplace untuk meningkatkan daya saing setelah...
Rencana Bioskop di Pasar Baru Magetan Picu Kekhawatiran Pedagang
Pedagang Pasar Baru Magetan khawatir atas rencana pembangunan bioskop; DPRD jadwalkan RDP pada 24 Juli 2026...
PDI Perjuangan Trenggalek Mulai Musran dan Musanran di Munjungan
DPC PDI Perjuangan Trenggalek memulai Musran dan Musanran di Munjungan pada 23 Juli 2026 untuk memperkuat st...
Surabaya Segel 250 Lokasi, Terapkan Gate System dan Parkir Non-Tunai
Pemkot Surabaya menyegel 250 lokasi tanpa izin dan terapkan gate system, CCTV, serta pembayaran non-tunai di...
Kanang Motivasi Wali Murid SDN Margomulyo 2 di Hari Anak Nasional
Budi Sulistyono atau Kanang kunjungi SDN Margomulyo 2 Ngawi pada 23 Juli 2026, memberi motivasi soal penting...
PDI Perjuangan Malang Dukung Sekolah, Tolak Hibah Aset Daerah
PDI Perjuangan Malang dukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, namun menolak hib...