DPRD Magetan Mediasi Miskomunikasi soal Rencana Bioskop di Pasar Baru
Magetan — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat, 24 Juli 2026, untuk menyelesaikan polemik antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan pedagang Pasar Baru terkait rencana pembangunan bioskop. Pertemuan bertempat di Ruang Rapat Badan Anggaran dan dihadiri kepala dinas, perwakilan pedagang, serta pihak toko yang mengeluhkan komunikasi proyek.
RDP: peserta dan tujuan
Rapat dipimpin Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati. Hadir Kepala Disperindag Magetan, Sucipto; Sekretaris Disperindag, Kiki Indriyani; Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru, Sunardi; dan pemilik toko alat tulis Mahardika/Ranipuri.
Tujuan RDP adalah meredam keresahan pedagang sekaligus memperjelas rencana kerja sama pemerintah daerah dengan investor bioskop.
Pemicu keluhan pedagang
Polemik berawal dari keluhan pemilik toko ATK, Mahadhika (Dhika), yang menilai sosialisasi Disperindag disampaikan secara mendadak. Dhika menyatakan informasi itu memicu keresahan pedagang yang khawatir akan nasib usaha mereka.
"Kami mendukung penuh upaya pemerintah mendatangkan investor demi meramaikan Pasar Baru, tetapi tolong lakukan sosialisasi dengan cara yang baik dan terbuka," ujar Dhika dalam RDP.
Tanggapan Disperindag
Kepala Disperindag, Sucipto, menyampaikan permohonan maaf atas minimnya koordinasi awal dan menjelaskan proses kerja sama dengan investor belum final sehingga sosialisasi belum optimal.
"Kami meminta maaf atas kekurangmaksimalan komunikasi ini. Hal tersebut terjadi karena proses finalisasi dengan investor memang belum selesai. Namun kami pastikan, tidak ada pedagang Pasar Baru yang digusur," tegas Sucipto.
Tekanan Komisi B dan tuntutan perbaikan komunikasi
Ketua Komisi B, Rita Haryati, menekankan bahwa masalah ini murni akibat miskomunikasi dan menuntut evaluasi pola komunikasi publik Disperindag. Rita meminta upaya penggaetan investasi tetap mempertimbangkan keberlangsungan pedagang lokal.
"Persoalan ini murni berawal dari miskomunikasi. Belum ada keputusan resmi terkait relokasi maupun penggusuran. Pola komunikasi ini harus diperbaiki. Jangan sampai timbul kegaduhan yang justru membuat investor enggan masuk ke Magetan," kata Rita.
"Prinsipnya harus menghidupkan pedagang yang ada, bukan malah mematikan usaha mereka," tambahnya.
Dampak rencana pembangunan
Berdasarkan rancangan awal, pembangunan dua gedung bioskop di kawasan Pasar Baru diperkirakan berdampak pada sebagian lahan toko alat tulis Ranipuri. Sekitar tiga petak lahan direncanakan dijadikan akses jalan penghubung antar gedung bioskop.
Penutup: langkah selanjutnya
Pihak DPRD meminta Disperindag memperbaiki mekanisme sosialisasi dan memastikan keterlibatan pedagang dalam setiap tahapan perencanaan. Komisi B mendukung upaya menarik investor selama kebijakan tersebut melindungi dan memberdayakan pelaku usaha lokal. Perselisihan dianggap telah terkendali, namun komunikasi lanjutan dinilai krusial agar situasi tidak berulang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Dukung Pemberdayaan Gen Z Berbasis Kampung di Surabaya
DPRD Surabaya dukung program pemberdayaan Gen Z berbasis kampung; tekan kebutuhan pendampingan agar usaha ri...
PDI Perjuangan Minta Raperda Desa di Madiun Beri Kepastian
Fraksi PDI Perjuangan minta Raperda Desa Madiun beri kepastian kewenangan, anggaran, pengawasan, dan kesejah...
Novita Dorong Trenggalek Jadi Rumah Jaranan Dunia
Novita Hardini dorong FJTT ke-30 dan status KEN 2026 dijadikan momentum menjadikan Trenggalek rumah jaranan...
KONI Dorong Mini Soccer Trenggalek Jadi Sumber Talenta Porprov 2027
KONI Trenggalek mendorong mini soccer jadi sumber talenta Porprov Jatim 2027 lewat Turnamen Piala Dispora 20...
Pramono Anung ke New York Hadiri U20 dan Bertemu Wali Kota NYC
Gubernur DKI Pramono Anung berangkat ke New York (17/9/2026) untuk U20 Mayors Summit dan pertemuan bilateral...
PDI Perjuangan Tuban Lantik Pengurus Ranting Senori dan Parengan
DPC PDI Perjuangan Tuban melantik pengurus ranting Senori dan Parengan pada 19 September 2026, menekankan di...