Politik

Sumenep Perkuat Pertanian lewat Sinergi dengan Kementan

Bagikan:
Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat rapat koordinasi dengan Kementan di Jakarta

Sumenep memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian RI. Kesepakatan ini dicapai saat rapat koordinasi di Kantor Kementan, Jakarta, pada 23-24 Juli 2026. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas, memperkokoh ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sinergi strategis antara daerah dan pusat

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan komitmen kuat Pemkab untuk menjalankan program bersama Kementan. Pertemuan dua hari itu menjadi wadah menyelaraskan program teknis dan alokasi sumber daya. Menurut Fauzi, koordinasi ini penting agar bantuan dan program benar-benar tepat sasaran.

Kami ingin setiap program pertanian benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Itulah komitmen yang terus kami perjuangkan bersama pemerintah pusat.

Program strategis yang akan dijalankan

Kementan memberi kepercayaan kepada Pemkab Sumenep untuk mengelola beberapa program prioritas. Program itu dirancang untuk meningkatkan hasil produksi dan mengembangkan komoditas unggulan daerah.

  • Program Upland
  • DHP

Pelaksanaan program akan difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan dan pemberdayaan petani. Pemkab menyatakan akan menerapkan mekanisme pelaksanaan yang profesional dan transparan.

Kepercayaan dari Kementerian Pertanian adalah tanggung jawab besar. Kami akan memastikan setiap program dijalankan secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani.

Dampak terhadap petani dan ekonomi daerah

Pemkab berharap implementasi program itu langsung dirasakan oleh petani melalui peningkatan hasil panen dan pendapatan. Peningkatan produktivitas pertanian juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Fauzi menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian memiliki efek berantai bagi kesejahteraan masyarakat Sumenep.

Pengawasan dan tindak lanjut

Selain pelaksanaan, Pemkab menegaskan akan mengawal proses implementasi program. Pengawasan diarahkan untuk memastikan program berjalan sesuai target dan manfaatnya merata ke kelompok tani. Langkah ini termasuk evaluasi berkala dan koordinasi teknis dengan pihak Kementan.

Dengan sinergi ini, Pemkab Sumenep menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan ketahanan pangan daerah. Harapannya, Sumenep dapat berkembang menjadi salah satu daerah pertanian unggulan di Indonesia.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait