PTPL Pasok 3.400 Ton Kimia EOR ke Lapangan Minas Riau
PT Pertamina Lubricants menyuplai 3.400 metrik ton cairan kimia surfaktan EOR ke lapangan Minas, Riau, untuk meningkatkan produksi sumur tua. Pengiriman berlangsung setelah kunjungan awak media ke fasilitas Production Unit Jakarta pada Selasa, 12 Agustus 2026. Pasokan ini diproduksi di fasilitas Jakarta dan disalurkan melalui sinergi antara PT Pertamina Lubricants dan PT Pertamina Hulu Rokan.
Tujuan pasokan dan pengapalan awal
Cairan kimia EOR atau surfaktan digunakan untuk menurunkan tegangan permukaan minyak dalam bebatuan, sehingga memudahkan pengangkatan sisa minyak. Pengapalan perdana sebanyak 250 metrik ton telah dikirim ke wilayah Balam sebagai bagian dari tahap awal proyek.
Produksi di Production Unit Jakarta
Fasilitas Production Unit Jakarta mengelola seluruh rantai pasok pembuatan formula surfaktan, termasuk pencampuran otomatis untuk menjaga presisi formulasi. Pabrik ini terdiri dari beberapa unit manufaktur yang bekerja secara terukur mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.
Kolaborasi dan pengembangan formula
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi yang dimulai sejak 2024 antara tim PHR dan PT Pertamina Lubricants. Formula produk dinamai PHR 24 dan dikembangkan khusus untuk menurunkan tegangan permukaan cairan minyak yang tersisa di sumur tua.
Dody Arief Aditya, Manager Production Unit Jakarta, menjelaskan bahwa kerja sama bermula dari pengembangan formula bersama tim PHR. Dari pengembangan itu kemudian direalisasikan menjadi produk PHR 24.
Dampak ekonomi dan efisiensi devisa
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants menekankan penggunaan bahan kimia produksi dalam negeri dapat menghemat devisa negara. Kolaborasi internal BUMN dalam penyediaan chemical diharapkan menurunkan ketergantungan impor bahan serupa.
Rika Gresia Wahyudi menyatakan bahwa PT Pertamina Lubricants berperan sebagai pemasok chemical PHR 24, dan kolaborasi ini berdampak pada efisiensi biaya serta ketahanan pasokan.
Kapasitas pabrik dan jaringan distribusi
Fasilitas Production Unit Jakarta mendukung kebutuhan pelumas nasional dengan beberapa kapasitas utama dan jaringan distribusi yang luas.
- Kebutuhan oli nasional: sekitar 1,23 miliar liter per tahun.
- Kapasitas Lube Oil Blending Plant: 270.000 kiloliter per tahun.
- Jaringan pemasaran: tujuh Sales Region dan 134 distributor.
- Ekspor: produk pelumas Indonesia dikirim ke 16 negara.
Penjaminan mutu dan keselamatan operasional
Perusahaan menegaskan bahwa kapasitas besar harus disertai proses manufaktur yang konsisten, penerapan sistem keselamatan operasional ketat, dan optimasi teknologi. Upaya ini bertujuan memastikan kualitas produk terjaga dan pasokan ke pelanggan berjalan lancar.
Dengan pasokan 3.400 metrik ton surfaktan dan pengapalan awal ke Balam, proyek EOR ini diharapkan memberi dorongan produksi pada sumur tua di Riau serta kontribusi ekonomi melalui substitusi impor dan penguatan daya saing produk nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pertamina Lubricants Pasok 1,23 Miliar Liter Pelumas
Pertamina Lubricants memenuhi kebutuhan pelumas nasional 1,23 miliar liter per tahun lewat Production Unit J...
Pertamina Lubricants Otomasi Blending Pelumas di Jakarta Utara
Pertamina Lubricants menerapkan otomasi penuh di PUJ Koja pada 12 Agustus 2026 untuk meningkatkan kualitas,...
Pertamina Lubricants Catat Ekspor Pelumas 11.000 KL per Tahun
Pertamina Lubricants mencatat ekspor pelumas 11.000 KL per tahun, setara 3% penjualan, dan menyiapkan unit p...
Pertamina Lubricants Dampingi Kampung Cemara Olah 3 Ton Sampah
PT Pertamina Lubricants mendampingi Kampung Cemara mengolah tiga ton sampah organik per bulan menjadi pakan...
BPDLH Salurkan Rp253,1 Miliar untuk 10 Provinsi Dukung RBP REDD+ GCF
BPDLH menyalurkan Rp253,1 miliar untuk 10 provinsi dalam skema RBP REDD+ GCF Output 2 guna mempercepat pengu...
Kemendag dan Shopee Luncurkan Akselerasi Produk Lokal untuk UMKM
Kemendag dan Shopee meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal pada 13 Agustus 2026 untuk memperluas akses...