Pertamina Lubricants Otomasi Blending Pelumas di Jakarta Utara
PT Pertamina Lubricants menerapkan otomasi penuh dalam proses pencampuran (blending) bahan baku di Production Unit Jakarta (PUJ), Koja, pada Selasa, 12 Agustus 2026. Sistem digital ini menggantikan perhitungan manual dan dirancang untuk menekan kegagalan proses serta menjaga kualitas produk.
Otomasi penuh di PUJ Koja
Fasilitas PUJ menyalurkan teknologi kontrol terintegrasi yang mengotomatisasi seluruh tahap pencampuran hingga pengisian kemasan. Operator cukup memasukkan kode formula ke sistem kontrol untuk memulai rangkaian pemompaan, pengadukan, dan pengisian secara otomatis.
Manager PUJ, Dody Arief Aditya, menjelaskan mekanisme kerja sistem itu yang mempercepat proses dan mengurangi intervensi manual.
"Proses blending ... tinggal panggil saja formulanya, kemudian tentukan mau diblending di mana, jumlahnya berapa, maka semuanya sudah dilakukan secara otomatis. Mulai dari proses pemompaan, proses pengagitasian atau proses blending-nya, sampai nanti produk masuk ke kemasan kita," ujar Dody.
Proses pengujian dan kontrol mutu
Laboratorium PUJ melakukan pengujian menyeluruh sebelum bahan baku cair dipindahkan ke tangki. Setiap sampel dari kapal tanker dicek tingkat kekentalan dan kecocokan komposisi untuk memastikan standar mutu terpenuhi.
Selain itu, pengujian karakteristik fisik juga diberlakukan pada drum aditif baru dan inspeksi acak dilakukan pada jutaan botol kemasan dari pemasok lokal. Pemeriksaan mutu rutin dilaksanakan setiap dua minggu untuk menjaga kestabilan sifat kimia pelumas.
Menurut Corporate Secretary PTPL, Rika Gresia Wahyudi, implementasi teknologi ini mempermudah pengawasan serta mengurangi risiko kontaminasi antarproduk.
"Bisa dilihat bahwa di fasilitas ini semuanya serba otomatis, ya. Teknologi yang digunakan adalah teknologi yang paling canggih untuk di industri ini. Semuanya serba otomasi," kata Rika.
Dampak pada kapasitas dan distribusi
Penerapan sistem otomatis terbukti meningkatkan efisiensi kerja pada seluruh lini produksi. Waktu antara selesai proses pencampuran dan pengisian kemasan terpangkas karena aliran cairan langsung menuju unit pengisian botol yang cepat.
Peningkatan kapasitas produksi ini membantu perusahaan mengamankan ketersediaan stok oli nasional. Keandalan pengisian otomatis juga mempercepat penyaluran produk jadi ke gudang utama pabrik.
Implikasi dan prospek
Dengan otomasi end-to-end, risiko kesalahan manusia dan tingkat kontaminasi kimia antarproduk berkurang signifikan. Standarisasi teknologi modern di PUJ menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis pelumas nasional ke depan.
Penerapan ini menunjukkan arah industri pelumas yang semakin digital dan terotomasi untuk memastikan kualitas produk konsisten serta mendukung ketahanan pasokan nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...