Pertamina Lubricants Pasok 1,23 Miliar Liter Pelumas
PT Pertamina Lubricants memenuhi kebutuhan pelumas nasional sebesar 1,23 miliar liter per tahun melalui Production Unit Jakarta, fasilitas pengolahan pelumas terbesar perusahaan. Operasional unit ini dipantau langsung pada Selasa, 12 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan domestik dan ekspor.
Fasilitas produksi dan kapasitas
Production Unit Jakarta mengoperasikan sejumlah fasilitas manufaktur utama untuk mendukung produksi dan distribusi. Sistem blending otomatis diterapkan untuk menjaga ketepatan formulasi dan meminimalkan risiko kontaminasi.
| Fasilitas | Kapasitas/Tahun |
|---|---|
| Lube Oil Blending Plant | 270.000 kiloliter |
| VM Specialties Plant | 14.000 kiloliter |
| Grease Plant | 8.000 metrik ton |
| Mini LOBP | 3.000 kiloliter |
Jaringan distribusi dan pasar
Produk dari Production Unit Jakarta memasok wilayah Indonesia bagian barat serta pasar ekspor. Jaringan penjualan didukung oleh tujuh Sales Region dan 134 distributor resmi, yang memperkuat ketersediaan produk hingga ke konsumen ritel dan sektor industri.
Kutipan manajemen
Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar internasional,
Demikian ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants. Ia menekankan pentingnya konsistensi proses manufaktur modern agar kualitas produk tetap terjaga.
Karena itu, kami terus mengoptimalkan teknologi dan fasilitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas yang terjaga,
Sumber bahan baku dan ketahanan pasokan
Perusahaan mengandalkan pasokan bahan baku dari kilang domestik untuk mengurangi dampak ketegangan geopolitik global. Dua kilang internal yang disebut memainkan peran signifikan adalah Kilang RU II Dumai dan Kilang RU IV Cilacap.
Base oil hampir kurang lebih 60 persen sampai 70 persen disuplai oleh kilang Pertamina sendiri. Jadi ada dua kilang yang mensuplai base oil ke Production Unit Jakarta, yaitu base oil Group 3 atau yang lebih dikenal dengan synthetic oil. Ini dipakai untuk produk-produk high end kita ya, Fastron, Enduro series, itu kebanyakan menggunakan synthetic oil,
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dody, yang menerangkan bahwa Kilang Dumai memasok bahan sintetis, sedangkan Kilang Cilacap menyuplai bahan dasar jenis mineral.
Operasional, pengujian, dan keselamatan
Bahan baku cair diangkut dengan kapal tanker ke dermaga khusus di seberang pabrik. Petugas laboratorium melakukan pengujian mutu ketat sebelum cairan dipindahkan ke tangki penyimpanan. Pabrik mengoperasikan 35 unit tangki besar untuk menampung pasokan.
Manajemen menegaskan penerapan prinsip keselamatan operasional secara konsisten untuk menjaga kestabilan kualitas produk dan kelancaran distribusi ke pasar domestik maupun ekspor.
Implikasi ke depan: Optimisasi teknologi, kemandirian pasokan base oil, dan jaringan distribusi yang luas menjadi kunci bagi Pertamina Lubricants untuk mempertahankan pasokan pelumas nasional dan memperkuat posisi di pasar internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
PTPL Pasok 3.400 Ton Kimia EOR ke Lapangan Minas Riau
PT Pertamina Lubricants suplai 3.400 metrik ton surfaktan EOR ke lapangan Minas Riau untuk mendongkrak produ...
Pertamina Lubricants Otomasi Blending Pelumas di Jakarta Utara
Pertamina Lubricants menerapkan otomasi penuh di PUJ Koja pada 12 Agustus 2026 untuk meningkatkan kualitas,...
Pertamina Lubricants Catat Ekspor Pelumas 11.000 KL per Tahun
Pertamina Lubricants mencatat ekspor pelumas 11.000 KL per tahun, setara 3% penjualan, dan menyiapkan unit p...
Pertamina Lubricants Dampingi Kampung Cemara Olah 3 Ton Sampah
PT Pertamina Lubricants mendampingi Kampung Cemara mengolah tiga ton sampah organik per bulan menjadi pakan...
BPDLH Salurkan Rp253,1 Miliar untuk 10 Provinsi Dukung RBP REDD+ GCF
BPDLH menyalurkan Rp253,1 miliar untuk 10 provinsi dalam skema RBP REDD+ GCF Output 2 guna mempercepat pengu...
Kemendag dan Shopee Luncurkan Akselerasi Produk Lokal untuk UMKM
Kemendag dan Shopee meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal pada 13 Agustus 2026 untuk memperluas akses...