Lokal

Medan Kembangkan Pasar Petisah Jadi Pasar Kreatif dan Pusat UMKM

Bagikan:
Wali Kota Medan saat peletakan batu pertama Blok Petisah

Medan — Pemerintah Kota Medan mendorong pengembangan Pasar Petisah menjadi pasar kreatif dan destinasi kuliner yang juga menampung pelaku UMKM. Peletakan batu pertama Blok Petisah berlangsung pada Senin (12/10). Tujuannya untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah.

Konsep dan tujuan pengembangan

Pengembangan akan dilaksanakan lewat kerja sama dengan BUMD dan investor. Konsep baru menargetkan pasar tidak hanya sebagai tempat transaksi tradisional, tetapi juga ruang berkumpul, terutama bagi anak muda. Pemerintah kota berharap konsep ini menciptakan ekosistem usaha yang lebih menarik bagi pelaku usaha dan pengunjung.

Kita mendorong agar pasar ini lebih baik lagi dan ekonomi kerakyatan bisa berjalan dengan baik. Mudah-mudahan bisa menciptakan pasar kreatif yang nantinya disukai masyarakat, khususnya anak muda,

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, usai peletakan batu pertama Blok Petisah.

Rencana menampung UMKM

Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, menyatakan Blok Petisah dirancang untuk menampung sekitar 200 stan bagi UMKM dari Kota Medan dan daerah lain di Sumatera Utara. Tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal berkembang dengan fasilitas yang memadai.

Bagaimana UMKM Medan bisa berkembang dan difasilitasi menjadi tantangan bagi kami. Ketika saya menjadi Dirut PUD Pasar, saya mendapat tantangan bagaimana menciptakan pasar sebagai ruang kreatif dan pasar kuliner yang dapat mengakomodasi kepentingan warga Kota Medan,

Pengelola berharap kegiatan UMKM di Blok Petisah dapat meningkatkan perputaran ekonomi dan berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat serta PAD Kota Medan.

Digitalisasi dan tantangan operasional

Pengembangan juga mencakup rencana digitalisasi pasar melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia. Target awal adalah penerapan sistem digital pada 10 pasar untuk mendukung pengelolaan yang lebih transparan dan profesional.

Anggia mengakui ada tantangan operasional. Dari sekitar 3.000 pedagang tercatat di Pasar Petisah, aktivitas harian kini hanya melibatkan sedikit di atas 50 persen pedagang. Kondisi ini mendorong pengelola melakukan pembenahan agar daya tarik pasar meningkat.

Perlindungan untuk pedagang lama

Pemko menyatakan akan membangun ekosistem usaha yang baik sebelum menerapkan aturan baru terkait keberadaan pedagang angkringan dan pedagang lainnya. Perencanaan akan disosialisasikan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Kami menekankan agar pedagang lama mendapatkan lapak atau kios baru setelah pembangunan selesai. Retribusi juga jangan sampai memberatkan pedagang,

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, yang meminta proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas fisik bangunan. Ia juga mendorong penerapan sistem parkir dan pengelolaan pasar berbasis digital untuk pelayanan yang lebih transparan.

Dengan langkah ini, Pemko Medan berharap Blok Petisah menghadirkan wajah baru Pasar Petisah sebagai pusat perdagangan, kuliner, dan UMKM, sambil tetap melindungi kepentingan pedagang lama yang menjadi tulang punggung perekonomian pasar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait