Lokal

Pemprov Sumut Turunkan Harga Cabai dan Ayam di Pasar Medan

Bagikan:
Pasar tradisional di Medan dengan pedagang dan komoditas cabai serta ayam potong

Medan, 12 Oktober — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar intervensi harga di pasar-pasar Kota Medan. Langkah ini menekan harga cabai merah dari Rp70.000–Rp80.000/kg menjadi Rp55.000/kg, serta ayam potong dari Rp40.000–Rp50.000/kg menjadi Rp35.000/kg untuk sementara.

Tujuan dan alasan intervensi

Intervensi dilakukan sebagai respons atas lonjakan harga dua komoditas yang berkontribusi pada inflasi. Pemerintah provinsi menyatakan tujuan utamanya adalah menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat sesuai arahan Gubernur Sumut.

Hari ini, TPID Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan intervensi harga cabai merah dan daging ayam sekaligus memantau perkembangan harga bahan pokok penting lainnya di sejumlah pasar di Kota Medan.

Pasar dan pihak yang terlibat

Monitoring dan penjualan intervensi berlangsung di tujuh pasar di Medan dan sekitarnya. Kegiatan melibatkan sejumlah dinas dan lembaga daerah serta Bank Indonesia.

  • Pasar Sukaramai
  • Pasar Palapa (Brayan)
  • Pasar Petisah
  • Pasar Sei Sikambing
  • Pasar Delitua
  • Pasar Tanjung Morawa
  • Pasar Kampung Lalang

  • Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut
  • Biro Perekonomian Setdaprov Sumut
  • PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut
  • Bank Indonesia
  • BPS Sumut

Pasokan dan jumlah komoditas

Direktur Utama PD AIJ Sumut menyampaikan bahwa cabai merah yang dijual pada kegiatan ini dipasok langsung dari kelompok petani setempat. Jumlah pasokan hampir mencapai satu ton, dengan tujuan memperlancar distribusi dan menekan harga di tingkat pedagang ritel.

Mengingat dua komoditas tersebut merupakan bagian dari penyumbang inflasi

Respons pedagang dan harapan masyarakat

Meski harga turun saat intervensi, beberapa pedagang menyampaikan kekhawatiran agar penurunan tidak bersifat sementara. Mereka meminta kebijakan yang menjaga stabilitas harga sehingga aktivitas usaha tetap layak.

Mudah-mudahan jangan sifatnya sementara, kalau sudah mahal pembeli nggak ada

Kami berharap harga ini tetap stabil sehingga semuanya mampu membeli. Petani tidak rugi dan pedagang seperti kami enak menjualnya

Monitor jangka pendek hingga Nataru

Pemprov menegaskan intervensi akan diikuti dengan pemantauan dan evaluasi berkala. Kegiatan pengawasan harga akan berlanjut hingga menjelang Natal dan Tahun Baru untuk memastikan dampak nyata pada stabilisasi harga pangan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait