Prabowo Hadiri Panen Raya Udang di Kebumen, Sebut Hasil 'Tingkat Dunia'
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu 23 Mei 2026. Kunjungan itu digelar untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan tambak modern.
Panen dan produksi
Presiden menilai hasil panen di tambak tersebut sudah mencapai kualitas global. Tambak BUBK Kebumen mulai dibangun sejak 2022 dan kini berkembang menjadi kawasan seluas 100 hektare, dengan 65 hektare sudah beroperasi.
“Hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang di proyek ini, hasilnya sudah tingkat tertinggi dunia dan sangat menjanjikan,”
Menurut laporan yang disampaikan kepada Presiden, satu hektare tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang per panen. Harga jual rata-rata mencapai Rp70.000 per kilogram, sehingga nilai produksi per ton tercatat sekitar Rp70.000.000.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Total kawasan tambak | 100 hektare |
| Kawasan yang beroperasi | 65 hektare |
| Produksi per hektare | 40 ton/panen |
| Harga rata-rata | Rp70.000/kg |
| Tenaga kerja lokal | 650 orang |
Dampak ekonomi dan lapangan kerja
Proyek tambak BUBK turut membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Presiden menyebut ada ratusan pekerja yang kini menggantungkan penghasilan pada tambak tersebut.
“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton dengan harga Rp70.000 per kilo, berarti per ton Rp70.000.000. Jadi ini sangat bagus dan sangat produktif,”
Dia juga menyatakan dampak sosialnya nyata. Ratusan warga bekerja di kawasan tambak, yang menurut laporan mencapai 650 orang. Pekerjaan ini meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mendorong perputaran ekonomi lokal.
Sejarah dan rencana pengembangan
Tambak BUBK Kebumen mulai dikembangkan pada 2022 dan terus diperluas secara bertahap. Pemerintah berharap model tambak modern ini dapat direplikasi di wilayah pesisir lain.
Presiden mendorong perluasan tambak berteknologi serupa untuk memperkuat kontribusi sektor perikanan pada ekonomi nasional dan ekspor.
Penutup: Prospek dan implikasi
Panen raya di Kebumen menunjukkan potensi tambak modern untuk meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat pesisir. Jika dikembangkan lebih luas, proyek semacam ini berpeluang memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan ekspor perikanan.
“Orang-orang setempat bekerja di tambak ini mencapai 650 orang,”
Langkah selanjutnya adalah memperluas adopsi teknologi budidaya dan memastikan akses pasar agar manfaat ekonomi dapat berkelanjutan.
Berita Terkait
Indonesia Bidik Wisata Olahraga lewat Geopark Run Series
Pemerintah luncurkan Geopark Run Series untuk kembangkan wisata olahraga, bidik empat geopark dan dorong eko...
MUI: Pembebasan 9 WNI Hasil Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
MUI: pembebasan sembilan WNI yang ditahan militer Israel adalah hasil kerja sama diplomasi pemerintah dan du...
MUI Apresiasi Diplomasi Bebaskan WNI dari Penahanan Israel
MUI mengapresiasi langkah diplomasi pemerintah yang membebaskan aktivis kemanusiaan WNI yang sempat ditahan...
DJKI Rekomendasikan Penutupan 1.004 Situs Bajakan
DJKI merekomendasikan penutupan 1.004 situs bajakan hingga 17 Mei 2026 untuk melindungi karya dan menekan pe...
KemenPPPA Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme pada Perempuan dan Anak
KemenPPPA memperkuat sinergi lintas sektor untuk melindungi perempuan dan anak dari radikalisme lewat Perpre...
Purbaya Bongkar Modus Under Invoicing pada Perusahaan Sawit
Menteri Keuangan Purbaya ungkap skema under invoicing oleh eksportir sawit yang kirim lewat perusahaan afili...