Indonesia Bidik Wisata Olahraga lewat Geopark Run Series
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengumumkan upaya pengembangan wisata olahraga nasional melalui peluncuran Geopark Run Series di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Langkah ini menanggapi tren global: survei Expedia menunjukkan 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri untuk menghadiri ajang olahraga favorit. Pemerintah menilai inisiatif itu dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.
Potensi sports tourism
Tren wisata olahraga memberi peluang besar bagi sektor pariwisata. Selain minat tinggi, wisatawan olahraga dikenal sebagai high spenders yang rata-rata mengeluarkan 1.500 dolar AS (sekitar Rp24 juta) per kunjungan. Kondisi ini membuat sports tourism menjadi pilar penting dalam strategi pariwisata berkualitas.
Dampak ekonomi terhadap daerah
Menurut Widiyanti, efek wisata olahraga tidak hanya pada jumlah pengunjung. Kegiatan semacam ini memperpanjang durasi tinggal dan menstimulasi permintaan akomodasi, transportasi, serta kuliner. Dampak lain dirasakan pelaku UMKM yang memasok produk dan layanan untuk event dan wisatawan.
Konsep Geopark Run Series
Geopark Run Series dirancang untuk menggabungkan olahraga lari dengan promosi destinasi geopark dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan peluncuran, Menteri menjelaskan tujuan penyelenggaraan acara ini.
"Geopark Run Series menghadirkan konsep yang mengintegrasikan olahraga lari, promosi destinasi geopark Indonesia. Serta pemberdayaan masyarakat sekitar dengan semangat inklusivitas dan keberlanjutan." — Widiyanti Putri Wardhana
Belajar dari Minang Geopark Run
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyatakan Minang Geopark Run telah berlangsung sejak 2018 dan berhasil diselenggarakan tujuh kali. Event ini mengangkat ikon daerah seperti Jam Gadang dan Ngarai Sianok, serta terbukti meningkatkan tingkat hunian hotel.
Selain okupansi hotel, sektor kuliner dan pelaku UMKM kreatif juga mendapatkan manfaat nyata dari gelaran tersebut.
Rencana 2026–2027
Untuk menindaklanjuti peluang, penyelenggaraan Geopark Run Series 2026–2027 direncanakan digelar di empat kawasan geopark unggulan. Lokasi yang disiapkan antara lain:
- Ijen
- Minang
- Ciletuh
- Belitong
Kegiatan ini diharapkan memperkuat eksistensi geopark Indonesia dan mendukung keberlanjutan pengakuan sebagai UNESCO Global Geoparks. Penyelenggaraan yang terencana juga diharapkan mendorong pelibatan komunitas lokal dan menjaga nilai-nilai lingkungan.
Dengan langkah ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan kunjungan berkualitas dan peningkatan dampak ekonomi di destinasi daerah, sekaligus memperkuat citra geopark Indonesia di panggung internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Hotspot Kalsel Naik Jadi 44, Helikopter Water Bombing dari Riau Dikerahkan
Hotspot di Kalimantan Selatan naik jadi 44 titik pada 23 Agustus; satu helikopter water bombing dari Riau di...
Indonesia Koordinasi dengan Negara Tetangga Atasi Karhutla Kalimantan
Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan negara tetangga dan menambah 1.500 TNI serta enam helikopter untuk...
DPR: Tangani Karhutla Kalsel Secara Cepat dan Terpadu
DPR minta penanganan karhutla Kalsel cepat dan terpadu untuk cegah risiko kesehatan, dengan tambahan persone...
BULOG Pastikan Stok Beras Aman di NTT untuk Tanggap Darurat
BULOG memastikan stok beras di NTT aman; stok awal 26.336 ton ditambah pasokan 67.446 ton, proyeksi mencapai...
Prabowo Siap Tinjau Lokasi Gempa NTT dalam Waktu Dekat
Presiden Prabowo akan meninjau dampak gempa NTT dalam waktu dekat; pemerintah belum memastikan jadwal kebera...
Istana Bantah Haji Isam Pimpin Pemadaman Karhutla di Kalimantan
Istana bantah Haji Isam jadi koordinator pemadaman karhutla di Kalimantan; pemerintah tunjuk menteri dan pih...