Nasional

Koops Habema Siapkan Evakuasi 8 Jenazah Korban OPM

Bagikan:
Personel TNI memeriksa kesiapan alutsista untuk evakuasi di Papua

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Yudha Airlangga, memastikan seluruh personel dan alutsista siap untuk melaksanakan evakuasi delapan jenazah korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok separatis bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI di Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pernyataan itu disampaikan setelah pemeriksaan kesiapan pasukan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Kesiapan personel dan alutsista

Yudha memeriksa langsung kelengkapan peralatan serta kondisi fisik prajurit yang akan diterjunkan. Pemeriksaan itu mencakup status alutsista, kesiapan logistik, dan kesiapan medis untuk mendukung operasi evakuasi.

"Seluruh personel dan alutsista pendukung berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan. Serta keselamatan seluruh pihak di lapangan,"

Tantangan medan dan cuaca

Pihak militer menilai lokasi evakuasi berada di daerah sulit dijangkau. Medan berat di kawasan Korowai dan potensi cuaca ekstrem diperkirakan menjadi tantangan utama.

Karena itu Yudha menekankan pentingnya kesiapan fisik prajurit dan kelengkapan pendukung. Ia juga memberi arahan penguatan strategi operasi agar evakuasi berjalan aman dan efektif.

Kronologi serangan

Penyerangan terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026, di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo. Delapan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dilaporkan tewas.

"Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM. Melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,"

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Wirya Arthadiguna, menyebut para pelaku diduga merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, dipimpin Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Dejang Heluka. Setelah penyerangan, kelompok itu melarikan diri ke wilayah lain.

Tindakan lanjutan dan keamanan

Koops Habema masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Selain itu, patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo ditingkatkan untuk memastikan situasi lebih kondusif serta memberi perlindungan kepada masyarakat setempat.

Meski kesiapan logistik dan personel dinyatakan optimal, pihak Koops Habema belum memastikan kapan proses evakuasi jenazah akan dimulai. Keputusan itu akan mempertimbangkan faktor keamanan di lapangan.

Kasus ini menyorot kebutuhan tindakan cepat namun berhati-hati dalam operasi kemanusiaan di daerah rawan. Peningkatan patroli dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci untuk memastikan evakuasi dapat berlangsung aman dan memberikan kepastian bagi keluarga korban.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait