DSI Resmi Jadi BUMN Pekan Depan, Operasional Mulai 1 Juni
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berganti status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada pekan depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Pemerintah menargetkan DSI mulai menjalankan tugasnya pada 1 Juni 2026 untuk mengelola ekspor komoditas strategis nasional.
Peralihan status dan waktu efektif
Rosan menyatakan perubahan status hukum DSI berlangsung cepat. Menurutnya, keputusan akhir akan diteken dan berlaku dalam minggu mendatang. Pernyataan resmi itu disampaikan saat Rosan menerima pertanyaan wartawan di istana.
"Statusnya BUMN. Minggu depan (jadi BUMN),"
Kantor dan persiapan operasional
Pemerintah telah menyiapkan lokasi operasional untuk badan khusus ekspor ini. DSI direncanakan berkantor di Wisma Danantara Indonesia, yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Persiapan kantor ini dimaksudkan agar transisi operasional berjalan mulus pada hari pertama efektif.
"Di Danantara. Ada sudah disiapkan kantornya di Danantara,"
Peran DSI dan mekanisme pengawasan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan DSI akan mengelola ekspor komoditas strategis nasional. Namun implementasi operasional akan melalui beberapa tahapan untuk memastikan mekanisme pengelolaan dan pengawasan berjalan efektif.
"Ya implementasi kan ada tahapannya, tapi mulai berlaku 1 Juni. Fully-nya nanti kita evaluasi 3 bulan,"
Pemerintah juga menyiapkan sistem pemantauan terintegrasi. Pengawasan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai, Danantara, dan sistem pemantauan elektronik sehingga proses monitoring dapat berjalan otomatis.
"Nanti tentu bisa melalui Bea Cukai dan nanti akan diketahui melalui Danantara dan melalui sistem. Jadi sehingga akan otomatis termonitor,"
Implikasi dan langkah ke depan
Peralihan DSI menjadi BUMN menandai upaya pemerintah memperketat pengelolaan ekspor komoditas strategis. Evaluasi tiga bulan yang dijanjikan akan menjadi momen kunci untuk menilai efektivitas struktur dan mekanisme baru. Jika evaluasi berjalan baik, pemerintah dapat memperluas peran DSI atau menyesuaikan prosedur operasional sesuai temuan di lapangan.
Perubahan ini juga membuka kebutuhan koordinasi lintas instansi, penguatan sistem IT, dan kesiapan sumber daya manusia di kantor pusat DSI untuk memastikan alur ekspor terpantau dan terkelola secara transparan.
Berita Terkait
Prabowo Diperkirakan Hadiri HUT ke-165 HKBP di GBK
Presiden Prabowo diperkirakan hadir pada perayaan HUT ke-165 HKBP di SUGBK, Minggu 18 Oktober 2026; ibadah u...
Kepastian Harga Dorong Petani Dukung Program Lingkungan
Kepastian harga membuat petani mendukung program lingkungan; perusahaan membeli langsung hasil panen dan res...
Wamen PPPA: Peran Perempuan Kunci Solusi Lingkungan
Wamen PPPA Veronica Tan menegaskan perempuan penting dalam solusi lingkungan berkelanjutan dan perlu akses p...
Pemerintah Siapkan Aturan Marketplace untuk Lindungi UMKM
Pemerintah menyiapkan regulasi marketplace bersama Komdigi untuk lindungi UMKM dari biaya tinggi dan dugaan...
Purbaya: Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Rupiah Lebih Stabil
Purbaya Yudhi Sadewa yakin krisis 1998 tak akan terulang karena fundamental ekonomi kuat dan pelemahan rupia...
Menteri PU Fokus Bangun Dam dan Jembatan Pascabencana Sumatra
Menteri PU prioritaskan pembangunan dam dan jembatan permanen di Sumatra pascabanjir untuk jaga konektivitas...